Gubernur Sulbar Mengaku Bersaing dengan Nurdin Abdullah Perebutkan M Idris Jadi Sekprov

Ali Baal membeberkan, Muhammad Idris DP maju menjadi calon Sekprov Sulbar atas permintaan pribadinya.

Gubernur Sulbar Mengaku Bersaing dengan Nurdin Abdullah Perebutkan M Idris Jadi Sekprov
edy jawi/tribunpolman.com
Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar saat menghadiri silaturrahim masyarakat Balanipa di Kelurahan Tinambung, Polman, Sabtu (9/3/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM, POLMAN - Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Ali Baal Masdar curhat tentang dinamika politik di daerah ini saat berkunjung ke Tinambung, Polewali Mandar.

Ali Baal Masdar, banyak berkisah tentang perjalanan pemerintahan yang dipimpinnya. Hal itu dibeberkan pada masyarakat Balanipa saat acara silaturahim percepatan pembentukan Kabupaten Balanipa, Sabtu (9/3/2019).

Ali Baal Masdar juga menyinggung penentuan Sekprov di daerah ini. Hingga terlantiknya mantan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Makassar, Dr Muhammad Idris DP, Selasa (13/11/2018) lalu.

Ali Baal membeberkan, Muhammad Idris DP maju menjadi calon Sekprov Sulbar atas permintaan pribadinya. Ia mengaku meminta agar M Idris DP membantunya membangun Sulbar.

"Pak Idris tolong bantu saya sesuai janjimu mau jadi sekda kalau saya jadi gubernur, kalaupun turun eselonnya," beber Ali Baal Masdar.

Mantan Bupati Polman dua periode ini menyampaikan, sebelumnya M Idris DP dilirik oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Prof Nurdin Abdullah. Lagi-lagi, Ali Baal membujuk Nurdin untuk memperkenankan, M Idris DP ke Sulbar menjadi Sekprov.

"Biarmi saya yang pakai, banyak kader di Sulsel, tapi di Sulbar tidak ada. Bantu saya, akhirnya pak Nurdin mundur," ucapnya.

Tak berhenti disitu, kata Ali Baal, pencalonan M Idris DP jadi Sekprov Sulbar banyak menemui kendala. Bahkan ada oknum yang mencoba menghalangi.

"Masih banyak yang menghalangi, tapi saya katakan sama menteri, silahkan saja pak kalau mau kacau di Sulbar. Bagaimana jika sekda tidak baku cocok dengan gubernurnya. Akhirnya mereka setuju," ungkap Ali Baal.

Muhammad Idris DP merupakan pria kelahiran Taukong, Kecamatan Ulumanda, Majene, 15 November 1964. Ia mencapai gelar doktor Ilmu Sosial di Unhas Makassar, Tahun 2007. (TribunPolman.com)

Laporan Wartawan Tribun Timur, @edyatmajawi

Penulis: edyatma jawi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved