Kejari Bulukumba Dituding 'Restui' Penjualan Barang Bukti, Kasi Intel: Itu Salah Persepsi

Kasi Intel Kejari Bulukumba, Muh Syafrul, angkat bicara terkait tudingan keiikutsertaan Kejaksaan dalam proses penjualan Barang Bukti (BB)

Kejari Bulukumba Dituding 'Restui' Penjualan Barang Bukti, Kasi Intel: Itu Salah Persepsi
TRIBUN TIMUR/FIKRI ARISANDI
Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulukumba, Muh Syafrul. 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Kasi Intel Kejari Bulukumba, Muh Syafrul, angkat bicara terkait tudingan keiikutsertaan Kejaksaan dalam proses penjualan Barang Bukti (BB), di Polsek Ujung Bulu.

Menurutnya, jaksa tidak mungkin memberikan restu penjualan BB seperti yang diungkapkan dalam unjuk rasa aktivis Gerakan Aksi Mahasiswa (GAM), di Mapolres Bulukumba, Jumat (8/7/2019).

"Itu salah persepsi, kita tidak mungkin memberikan perintah atau izin untuk menjual BB yang kasusnya masih bergulir. Kasus inikan masih bergulir di kepolisian belum sama kita (Kejaksaan)," ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (10/3/2019).

Baca: Ketua Bawaslu Jeneponto Lantik Tiga Panwaslu Kecamatan Hasil PAW, Ini Nama-namanya

Baca: Pemkab Luwu Belum Bayarkan Gaji Bidan Desa PTT Terangkat PNS 2018 Lalu, Ini Upaya Wabup

Baca: Lowongan Kerja BUMN untuk SMA dan S1 Semua Jurusan Login & Buat Akun di rekrutbersama.fhcibumn.com

Muh Syafrul menjelaskan, saat ini, pihaknya baru sebatas menerima ‎Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP).‎

Jika berkas perkara tersebut diserahkan, kata Syafrul, kejaksaan akan menerima penyerahan sesuai isi dalam dokumen.

"Kalau nanti di P21 kita akan teliti juga itu harus disertakan tersangka dan barang bukti. Jadi kalau isi berkas menyebutkan ada puluhan barang bukti maka kita akan meminta sesuai isi dokumen," jelasnya.

‎Sekadar diketahui, sebelumnya, Polsek Ujung Bulu berhasil mengungkap kasus penipuan dan penggelapan sepeda motor milik PT MACF dengan modus perubahan dokumen data pembeli kendaraan.

Dari kasus tersebut polisi menetapkan tiga orang tersangka dan menyita 180 unit kendaraan berbagai merek.

Ketiga orang tersangka tersebut, dua diantaranya merupakan karyawan PT MACF Bulukumba yakni AN (23) dan NN (28).

Halaman
12
Penulis: Firki Arisandi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved