Ironi Dollah Mando Sarjana Pertanian, Tapi Harga Gabah Anjlok di Sidrap

Hingga saat ini belum ada langkah konkret dari pemerintah setempat untuk meakukan upaya upaya agar harga gabah bisa stabil.

Ironi Dollah Mando Sarjana Pertanian, Tapi Harga Gabah Anjlok di Sidrap
handover
Petani di Sidrap sedang memanen padinya

SIDRAP, TRIBUn-TIMUR.COM - Ada kabar tidak baik di tengah masyarakat petani di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Sejak beberapa hari terakhir ini, harga gabah di tingkat petani anjlok alias turun di harga yang paling rendah.

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa harga gabah di Sidrap sudah mencapai Rp 4.400 per kg. Kondisi ini diperkirakan akan terus turun, karena pekan lalu harga gabah masih mencapai Rp 4.500.

“Hari Jumat gabah saya harus jual dengan harga Rp 4.400 per kilonya. Ini betul-betul sangat memprihatinkan. Kami ini petani rakyat kecil. Modal tanam padi itu besar karena harga pupuk juga tinggi saat menanam,” ujar La Geno (46) salah seorang petani penggarap sawah di Kelurahan Amparita, Kecamatan Tellu Limpoe, Sabtu (9/3/2019).

La Geno mempertanyakan kemampuan Bupati Sidrap, Dollah Mando yang belum mampu membuktikan janjinya mensejahterakan petani di Sidrap.

Pada waktu kampanye lalu, Dollah selalu mengklaim jika harga gabah akan ditingkatkan di tingkat petani. Karena dirinya diklaim sebagai ahli pertanian.

Hal yang sama dikatakan La Wenne (38) warga di Arateng, Sidrap. Harga gabah dijualnya ke tingkat pedagang berkisar Rp 4.500 hingga Rp 4.300 per kilonya.

“Berubah-berubah setiap minggu bahkan setiap hari. Minggu lalu masih harga Rp 4.500, sekarang di bawahnya lagi. Kami ini tidak bisa berbuat apa-apa,” ujar La Wenne.

Sekadar diketahui, harga gabah di tingkat petani jatuh sampai 4.500 per kg-Rp 4.350 per kg. Harga ini akan terus turun jika tak ada antisipasi dari Pemkab Sidrap.

Hingga saat ini belum ada langkah konkret dari pemerintah setempat untuk meakukan upaya upaya agar harga gabah bisa stabil.

“Paling tidak ada upaya pemerintah daerah berkoordinasi dengan Bulog atau pemerintah provinsi untuk melakukan sesuatu agar harga gabah kembali stabil,” ujar H Salam salah seorang warga Sidrap dan sekaligus tokoh masyarakat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Sidrap Sudirman Bungi tak membantah hal tersebut. Dirinya membenarkan atas anjloknya harga gabah tersebut. Dirinya sedang berkoordinasi dengan pihak terkait agar harga gabah kembali stabil di tingkat petani di Sidrap.

Harga gabah normal di tingkat petani di Sidrap pada thun 2018 lalu mencapai Rp 4.900 per kilogram. Hal itu berdasarkan harga beli beras medium Bulog Rp 8.760 per kg.(*/tribun-timur.com)

Penulis: Nur Fajriani R
Editor: Muh. Irham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved