CITIZEN REPORTER

Sri Rahmi Ingatkan Perlu Antisipasi Isu Kekerasan Perempuan di Tallo

"Semoga di Rappojawa ini zero kekerasan terhadap anak, terutama kekerasan seksual," harapnya.

Sri Rahmi Ingatkan Perlu Antisipasi Isu Kekerasan Perempuan di Tallo
Citizen Reporter
Sri Rahmi Ingatkan Perlu Antisipasi Isu Kekerasan Perempuan 

Rusdin Tompo, aktivis hak anak melaporkan dari kecamatan Tallo, Makassar

"Kita cenderung merasa tabu mengajarkan pendidikan seks kepada anak-anak. Padahal ini penting bagi anak itu supaya tidak jadi korban kekerasan seksual," demikian diingatkan Sri Rahmi kepada sejumlah warga Jl. Regge I, Kelurahan Rappojawa, Kecamatan Tallo, Makassar, Kamis (7/3/2019).

Sri Rahmi hadir di tengah-tengah warga dalam rangka kegiatan Penyebarluasan Produk Hukum Daerah, Perda Nomor 4 Tahun 2013 tentang Sistem Perlindungan Anak.

Baca: Tutup Kejuaraan Bola Voli, Bupati Enrekang: Ini Momentum Lahirnya Bibit Atlet Berkualitas

Sri Rahmi melanjutkan, kalau ada anak perempuan maka ajarkan mereka pengetahuan dan pertahanan diri. Misalnya, kalau ada yang sentuh bagian yang sensitif dan terlarang maka minta dia untuk langsung berteriak dan lari meminta tolong.

Wakil Ketua Komisi A DPRD Sulsel mewanti-wanti untuk selalu berhati-hati karena katanya, pelaku kekerasan seksual tidak menutup kemungkinan merupakan orang sekitar yang dikenal anak.

"Semoga di Rappojawa ini zero kekerasan terhadap anak, terutama kekerasan seksual," harapnya.

Baca: Caleg PDIP Barru Yusran Yusuf Kembali Jadi Peserta Pemilu 2019

Apa yang disampaikan Sri Rahmi, dibrnarkan Bu Jamilah yang punya enam anak. Menurut Bu Jamilah, orangtua perlu peka melihat perkembangan anak. Perlu antisipasi karena ada banyak kasus dimana pelakunya justru orangtua kandung atau kerabatnya sendiri.

Sosialisasi produk hukum daerah ini merupakan agenda DPRD Provinsi Sulsel, yang dilakukan sebanyak dua kali dalam sebulan.

Menurut Sri Rahmi, semua anggota dewan periode 2014-2019 kembali ke daerah pemilihan (Dapil) masing--masing untuk kegiatan penyebarluasan Perda seperti ini.

Baca: Tutup Kejuaraan Bola Voli, Bupati Enrekang: Ini Momentum Lahirnya Bibit Atlet Berkualitas

Isu kekerasan mengemuka karena relevan dengan International Women's Day (IWD) tema tahun ini yakni BERGERAK BERSAMA, AKHIRI KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN. IWD diperingati setiap tanggal 8 Maret.

Halaman
12
Penulis: CitizenReporter
Editor: Hasrul
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved