Sekda Gowa Enggan Berkomentar Terkait Dugaan Korupsi Kota Baru Pattallassang

"Beri kami ruang dulu untuk menggalinya lebih dalam. Ada waktunya (saksi yang diperiksa). Nanti kami rilis, ya," sambung Shinto.

Sekda Gowa Enggan Berkomentar Terkait Dugaan Korupsi Kota Baru Pattallassang
ari maryadi/tribun
Sekkab Gowa H Muchlis membuka Workshop Bina Keluarga Balita (BKB) di Green Hotel Makassar, Kamis (29/11/2018). 

TRIBUN-TIMUR.COM, GOWA - Polres Gowa menyebut ada indikasi tindak pidana korupsi dalam perkara pembangunan Kota Idaman di Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa.

Sekretaris Kabupaten Gowa, Muchlis enggan memberikan tanggapan saat dikonfirmasi terkait perkara ini. Kasus pembangunan Kota Idaman ini telah masuk ke tahap penyidikan.

Baca: Link Live Streaming TVRI All England 2019 - Indonesia Kirim 7 Wakil dan Jadwal Partai Perempat Final

"Saya belum bisa memberikan tanggapan," singkat Muchlis kepada Tribun Timur melalui sambungan telepon, Jumat (8/3/2019).

Muchlis diketahui merupakan Wakil Ketua I Panitia Pelaksana Pembangunan Kota Idaman Pattallassang.

Sementara itu Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga mengatakan, penyidik telah memeriksa beberapa pejabat Pemkab Gowa guna dimintai keterangan.

Baca: VIDEO: Cuaca Ekstrem, Harga Sewa Kapal di Dermaga Pangkajene Pangkep Tetap Stabil

Akan tetapi, Shinto enggan menyebut identitas dan peran pejabat Pemkab Gowa yang diperiksa tersebut. "Iya sudah ada pejabat Pemkab Gowa yang kami periksa," kata Shinto, Kamis (7/3/2019).

Jebolan Akpol angkatan 1999 ini menilai, proses penyidikan masih sementara berjalan. Oleh karena itu, identitas kedua pejabat Pemkab Gowa tersebut belum bisa diungkapkan.

"Beri kami ruang dulu untuk menggalinya lebih dalam. Ada waktunya (saksi yang diperiksa). Nanti kami rilis, ya," sambung Shinto.

Baca: Ketua Bawaslu Bantaeng Sebut Warga Miskin Jadi Sasaran Money Politik

Perwira polisi dua melati ini menilai, ada indikasi masalah dalam pembangunan Kota Idaman di Pattallassang sehingga tak kunjung terwujud.

Menurut Shinto, Kota Idaman di Pattalassang tidak kunjung teralisasi karena ada pihak lain yang mengaku memiliki lahan tersebut dan menjadikan lahan itu sebagai aset perusahaan.

Halaman
12
Penulis: Ari Maryadi
Editor: Hasrul
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved