Marten Warga Batanguru Mamasa Jebol Dinding Rumahnya Saat Longsor Mengepung
Hujan deras yang mengguyur kampungnya seakan memaksa enggan meninggalkan rumahnya.
Penulis: Semuel Mesakaraeng | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUNMAMASA.COM, SUMARORONG - Sore itu, Kamis, 3 Maret 2019, mungkin menjadi hari buruk bagi Marten Luter Rotto (66), warga Dusun Minanga, Desa Batanguru, Kecamatan Sumrorong, Kabupaten Mamasa.
Sebab, dari sekian banyak warga yang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di desa tersebut, hanya Marten yang jadi korban luka serius.
Sekitar pukul 15.00, sesaat sebelum rumahnya diterjang longsor, ia berada di dalam rumah.
Hujan deras yang mengguyur kampungnya seakan memaksa enggan meninggalkan rumahnya.
Ia bercerita, sesaat sebelum longsor ia berada di dalam rumah, hujan makin deras menyebabkan tebing setinggi kurang lebih 100 meter tepat di depan rumahnya mulai runtuh.
Ia hanya terdiam sambil menatap ke luar rumah.
Dia mengaku, sebelum longsor besar menghantam rumahnya, sudah empat kali tanah longsor sebelumnya berjatuhan dari atas tebing.
Kebetulan Marten tinggal hanya seorang diri, tidak ada istri dan anaknya
"Saya hanya sendirian di rumah, waktu longsor pertama saya masih di rumah," ungkap Marten yang saat ini terbaring di PKM Sumarorong, Kamis (8/3/2019).
Longsor bertubi-bertubi mengahantam rumahnya dan akhirnya ia pun terjebak.
"Waktu longsor kelima, saya sudah tidak bisa lari," kata Marten.
Karena tidak bisa lari, material longsorpun menghantam Marten hingga kakinya dan tangannya terluka.
"Mau lari ke mana, pintu sudah tertutup longsor, jadi saya hanya pasrah," ucap Marten.
Setelah longsor berhenti dan hujan mulai redah, Marten berupaya menyelamatkan diri.
Dinding rumahnya jebol, dan nyaris terhempas ke jurang sejauh 20 meter.