Enam Bulan Kepemimpinan Prof Andalan, Ketua DPD Gapeksindo: Biasa-biasa Saja

Ketua DPD Gabungan Pengusaha Konstruksi Indonesia (Gapeksindo) Sulsel, Andi Troy Martino Thamrin keduanya kinerja keduanya biasa-biasa saja

Enam Bulan Kepemimpinan Prof Andalan, Ketua DPD Gapeksindo: Biasa-biasa Saja
fadly/tribuntimur.com
Ketua Dewan Pengurus Daerah Gabungan Konstruksi Indonesia (Gapeksindo) Sulsel Andi Troy Martino (kiri) bersama Bendahara Umum Amir Bakriyadi curhat terkait pengembangan jasa konstruksi kala dollar AS menguat belakangan ini. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sudah lima bulan lebih Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dan Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman (Prof Andalan) menjabat.

Selama masa itu, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Gabungan Pengusaha Konstruksi Indonesia (Gapeksindo) Sulsel, Andi Troy Martino Thamrin keduanya kinerja keduanya biasa-biasa saja, tidak ada istimewa.

Hal ini, kata dia, terlihat dari lambatnya penyerapan anggaran.

Bayangkan Hingga Maret, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sulsel masih sibuk memperdebatkan terkait proses pengadaan barang dan jasa, sehingga proses pengadaaan barang dan jasa pun ikut molor.

Apalagi, pengesahan APBD Pemprov Sulsel sudah dipercepat, lalu Undang-Undang (UU) Jasa konstruksi sangat memiliki ruang untuk mengurai kekhawatirkan OPD dan Satuan Kerja (Satker) untuk melaksanakan pengadaan barang dan jasa.

"Tambahan inovasi pengguna jasa sudah sangat baik, jadi tidak ada alasan menuda dan memulai dengan lambat baik itu perencanaan fisik konstruksi dan pengadaan barang dan jasa," kata Troy, Kamis (7/3/2019).

Ia menilai Prof Andalan masih terbilang fresh di pemerintahan.

"Saya kira mereka harus menunjukkan kinerja berbeda dan ritme yang lain untuk akselerasi pembangunan dan penyerapan anggaran yang tetuang pada kontrak dan janji kampanyenya," katanya.

UU Konstruksi misalnya memberi perhatian dalam mengurangi potensi perlawanan hukum atau adanya kehati-hatian dalam melaksanakan tender misalnya.

"Kita ambil contoh, Kementerian PUPR yang sangat respon untuk memulai kerjaannya. Selesai Dipa, tender dimulai sejak bulan 12. Mereka sudah punya dasar kuat atau aturan pelaksanaan bila terjadi kesalahan hukun. Mengapa Pemprov Sulsel tidak mengambil contoh itu," ujarnya.

Ia mewakili seluruh anggota Gapeksindo kecewa dengan akselasi yang rendah dari Prof Andalan.

"Bisa kita bilang, Prof Andalan ini biasa-biasa saja, tidak ada yang istimewa terkait kebijakannya," kata Troy. (tribun-timur.com)

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :

Jangan Lupa Follow akun Instagram Tribun Timur:

Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Munawwarah Ahmad
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved