Wabup Toraja Utara: Pemprov Sulsel Punya Niat Baik Kembangkan Wisata Toraja

Wabup Toraja Utara Yosia Rinto Kadang memberikan tanggapannya mengenai polemik wisata halal yang dicanangkan Wakil Gubernur Sulsel

Wabup Toraja Utara: Pemprov Sulsel Punya Niat Baik Kembangkan Wisata Toraja
TRIBUN TIMUR/RISNAWATI M
Wakil Bupati Toraja Utara, Yosia Rinto Kadang 

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Wakil Bupati (Wabup) Toraja Utara, Yosia Rinto Kadang memberikan tanggapannya mengenai polemik wisata halal yang dicanangkan Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman.

Pemerintah Provinsi Sulsel berencana mengadakan wisata halal di 24 Kabupten/Kota, termasuk Tana Toraja dan Toraja Utara.

Setelah mengeluarkan statement ke publik, bermunculan polemik dan komentar di media sosial (Medsos) mengenai wisata halal tersebut.

Baca: Undata Palu Catat 74 kasus DBD Dalam Dua Bulan, 3 Meninggal Dunia

Baca: Jadwal MotoGP 2019 Qatar Pekan Ini Live Trans 7, Berikut Analisis 4 Tim Siapa Peluang Juara?

Baca: Lima Bulan Berlalu, Atlet Porda Bantaeng Belum Terima Bonus

"Pak Wagub maksudnya baik, contohnya di wisata To Tombi Negeri Diatas Awan untuk apalagi orang membawa makanan dari luar jika sudah tersedia wisata nasional," ucapnya, Selasa (5/4/2019).

Rinto menyarankan Pemprov Sulsel sebaiknya mengubah bahasa penamaan wisata halal menjadi wisata nasional, contohnya di Objek Wisata Kete Kesu jika ada makanan kuliner berarti juga ada makanan halal.

"Pemprov Sulsel tidak melarang adat istiadatnya, tetap ada kegiatan Rambu Solo, Rambu Tuka dan sebagainya tetap berjalan," jelasnya.

Wabup Rinto menaruh harapan kepada Pemprov Sulsel agar sebaiknya bisa konsultasi bersama Tokoh Adat dan masyarakat, agar penamaan bahasanya baik sehingga tidak meresahkan masyarakat.

"Pada intinya Pemprov punya biat baik untuk Kabupaten kita, kalau saya sebenarnya bahasanya saja perlu diubah, dan kita lihat di Toraja Utara sudah banyak makanan halal tersedia," ungkap Rinto.

Lanjut Rinto, Pemprov Sulsel melihat wisata di Toraja besar jadi memperhatikan saudara beragama muslim yang berkunjung agar tidak susah lagi mencari makanan tapi sudah tersedia di objek wisata.

"Jadi yang dimaksud adalah wisatanya agar punya masakan yang mudah didapati pengunjung beragama muslim," tutupnya. (*)

Laporan Wartawan TribunToraja.com, @cinnank17

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :

Jangan Lupa Follow akun Instagram Tribun Timur:

A

Penulis: Risnawati M
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved