LSP3M Gempar Minta Kejari Bantaeng Serius Tangani Dugaan Penyelewengan Dana Koperasi

Sekretaris LSP3M Gempar Indonesia, Andi Indra meminta Kejari Bantaeng serius tangani kasus dugaan penyelewengan dana Koperasi tahun 2012 di Bantaeng.

LSP3M Gempar Minta Kejari Bantaeng Serius Tangani Dugaan Penyelewengan Dana Koperasi
Edi Hermawan
Sekretaris LSP3M Gempar Indonesia, Andi Indra. 

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Sekretaris LSP3M Gempar Indonesia, Andi Indra meminta Kejari Bantaeng serius tangani kasus dugaan penyelewengan dana Koperasi tahun 2012 di Bantaeng.

Kasus itu menurutnya telah dilaporkan kepada Kejari Bantaeng sejak Tahun 2013 silam.

Namun hingga kini belum juga ada kejelasan.

Dugaan penyelewengan itu terkait dana hibah dari Kementerian Koperasi yang dikucurkan kepada 15 Koperasi Simpan Pinjam (KSP) di Bantaeng.

Setiap KSP beranggotakan 20 orang, dengan dana Rp 2,5 juta tiap orangnya. Atau Rp 50 juta tiap KSP.

Tetapi dalam perjalanannya, ada berbagai masalah dari penyaluran bantuan Kementerian Koperasi ini, salah satunya adalah KSP fiktif.

"Salah satu KSP yang masuk dalam daftar penerima saat itu saya datangi, tapi rupanya itu adalah KSP fiktif. Kantornya saja tidak ada," ujarnya kepada TribunBantaeng.com, Selasa (5/3/2019).

Tidak hanya itu, tetapi kecurangan lainnya karena terdapat KSP yang tidak menyalurkan bantuan itu kepada anggotanya.

Anggota KSP dimaksud mengeluh karena dana tidak sampai ke tangan mereka.

Padahal, sesuai peruntukan dana itu untuk bantuan pinjaman bergulir atau bantuan permodalan.

Halaman
12
Penulis: Edi Hermawan
Editor: Munawwarah Ahmad
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved