Kasus Meninggalnya Pekerja Gedung Call Center 112 Parepare, Polisi Bakal Kunjungi Keluarga Korban

Polres Parepare terus melakukan penyelidikan dugaan kelalaian kerja pada pembangunan Gedung Call Center 112 Terpadu.

Kasus Meninggalnya Pekerja Gedung Call Center 112 Parepare, Polisi Bakal Kunjungi Keluarga Korban
TRIBUN TIMUR/MULYADI
Kasat Reskrim Polres Parepare, AKP Abdul Haris Nicolaus 

TRIBUNPAREPARE.COM, UJUNG -Kepolisian Resort (Polres) Parepare terus melakukan penyelidikan dugaan kelalaian kerja pada pembangunan Gedung Call Center 112 Terpadu.

Kasat Reskrim Polres Parepare, AKP Abdul Haris Nicolaus mengatakan, sudah beberapa orang telah diperiksa.

"Sudah kita periksa beberapa orang termasuk pelaksananya (PT Sukses Sangga Sejahtera)," ujarnya, Selasa (6/3/2019).

Baca: Ada Apa? Tiket AirAsia Timbul-Tenggelam di Traveloka dan Tiket.com, Padahal Masih Jalin Kerja Sama

Baca: Sehari Setelah Hilang di Online Travel Agent, AirAsia Kini Beri Diskon Tiket Pesawat 20 Persen

Baca: AirAsia Terbang Setiap Hari Makassar-Malaysia, ini Jadwalnya

Haris menuturkan, meski begitu, masih ada tukang yang belum dilakukan pengambilan keterangan.

"Masih ada tukang yang belum kita ambil keterangannya karena sakit," ujarnya.

Lebih lanjut, Haris menuturkan, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan turun ke langsung ke rumah korban di Majene, Sulbar.

"Jika memang diperlukan, maka akan kita turun ke Majene sana. Karena kabarnya disana kediaman korban," ujar mantan Kasat Reskrim Polres Parepare.

Ditanya terkait undang-undang yang akan dikenakan, Haris mengaku bahwa sekarang masih proses penyelidikan, nanti baru diramu apakah cukup UU Tenaga Kerja atau UU Keselamatam dan Kesehatan Kerja atau K3.

Kasus ini sendiri diusut Kepolisian Resort (Polres) Parepare pasca meninggalnya satu orang buruh bangunan dari pembangunan gedung tersebut atas nama Madia Hamma (37).

Korban meninggal setelah sempat mendapatkan perawatan medis di RSUD Andi Makkasau, pasca tersengat listrik.

Sebanyak tiga orang buruh bangunan mengalami kecelakaan kerja saat memasang kerangka besi gedung berlantai 3 yang dianggarkan Rp 3,8 miliar tersebut.

Kecelakaan kerja ini pun sempat disembunyikan dan baru diketahui pasca 10 hari kejadian

Laporan Wartawan Tribun Timur,@adibrencheck

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :

Jangan Lupa Follow akun Instagram Tribun Timur:

A

Penulis: Mulyadi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved