Ribuan Siswa SMP Parepare Ikut Program Religiusitas

Di hadapan ribuan pelajar SMP putri, Taufan menyampaikan bahwa perlu dipahami pendidikan santri tidak mudah dan sangat mulia.

Ribuan Siswa SMP Parepare Ikut Program Religiusitas
mulyadi/tribunparepare.com
Wali Kota Parepare, Taufan Pawe diajak berfoto oleh para siswa disela pembukaan program religiusitas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan 

TRIBUNPAREPARE.COM, SOREANG - Ribuan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kota Parepare ikut program religiusitas.

Program ini diselenggarakan di sejumlah Pondok Pesantren (Ponpes) yang ada di Kota Parepare yang diusung selama seminggu untuk para siswa SMP mondok.

Wali Kota Parepare, Taufan Pawe pun membuka langsung kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tersebut yang salah satu tempatnya di Ponpes Lil Banat Putri, jalan Abu Bakar Lambogo, Kelurahan Lare, Senin (5/3/2019).

Di hadapan ribuan pelajar SMP putri, Taufan menyampaikan bahwa perlu dipahami pendidikan santri tidak mudah dan sangat mulia.

"Inilah cita-cita dan mimpi saya. Saya ingin anak-anakku yang menimba ilmu di Parepare nantinya sudah bisa berpredikat santri,"ujarnya.

Melalui kegiatan ini, kata Taufan, para siswa bisa disiplinnya ketika berada di Ponpes."Anak-anakku akan merasakan disiplin ketika berada di Pesantren dan selalu dekat dengan Al Quran,"ujarnya.

Ia mengatakan, melalui kegiatan ini, akan dirasakan bagaimana salat dan makan bersama."Tidak ada lagi makan dan salat sendiri pasti akan bersama,"tutur dia.

Taufan menambahkan, salah satu hal yang akan paling terasa yakni nanti selama mengikuti kegiatan ini, jam tiga pagi sudah dibangunkan untuk salat tahajud untuk mendekatkan diri Allah SWT.

"Sadarilah, kalian adalah para penerus bangsa dan ditunggu kehadirannya,"tambah Taufan.

Setelah pembukaan, Taufan pun diserbu para siswa untuk berfoto bersama dengan orang nomor satu di Parepare ini.

Adapun pesantren yang menjadi lokasi program religiusitas ini yakni Ponpes Lil Banat, Ponpes Al Badar, Ponpes Al Munawarah, Ponpes Hidayatullah dan Ponpes Al Mustaqim.

Sementara untuk non muslim, dipusatkan di SMP 7 untuk siswa To Lotang, SMP Frater bagi siswa beragama Katolik dan Peserta Kristen. Lebih 2000 siswa yang mengikuti kegiatan ini.(adi)

Laporan Wartawan Tribun Timur@adibrencheck

Penulis: Mulyadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved