Pemerhati Pemilu: Bawaslu Luwu Utara 'Tidak Masuk Angin', Tapi 'Mencret'

Bawaslu Kabupaten Luwu Utara dinilai lemah dalam penindakan pelanggaran Pemilu.

Pemerhati Pemilu: Bawaslu Luwu Utara 'Tidak Masuk Angin', Tapi 'Mencret'
TRIBUN TIMUR/CHALIK MAWARDI
Pemerhati Pemilu Luwu Utara, Rival Pasau. 

TRIBUNLUTRA.COM, MASAMBA - Kinerja Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Luwu Utara dinilai lemah dalam penindakan pelanggaran Pemilu.

"Bawaslu Luwu Utara tidak masuk angin, tapi mencret," terang pemerhati Pemilu Luwu Utara, Rival Pasau, Senin (4/3/2019).

Singgungan mantan Ketua Persatuan Mahasiswa Indonesia Luwu Utara (Pemilar) membalas peryataan Ketua Bawaslu Luwu Utara Muhajirin ketika konferensi pers terkait penanganan kasus Lurah Salassa di Media Center Bawaslu Luwu Utara, Jl Andi Pattiware, Masamba, Sabtu (2/3/2019).

Baca: PSM Makassar Terpaksa Jadi Tim Musafir Sepanjang Maret-April 2019

Baca: Sepekan Diguyur Hujan, Longsor Putus Akses Jalan Penghubung Antar Desa di Maiwa Enrekang

Baca: Bus Polres Luwu Utara Kecelakaan di Masamba, 11 Orang Masuk Rumah Sakit

"Ada yang bilang masuk angin. Itu tidak benar," tegas Muhajirin.

Bawaslu Luwu Utara disorot usai kasus Lurah Salassa Bintang Purnomo hanya diputus melakukan pelanggaran netralitas aparatur sipil negara (ASN) bukan pidana.

Muhajirin ketika konferensi pers mengaku mengeluarkan putusan setelah meminta masukan dari ahli pidana Universitas Hasanuddin Makassar.

"Kami putuskan kasus ini tidak terpenuhi unsur dugaan tindak pidana pemilu. Seperti diatur pada pasal 494 juncto pasal 280 ayat 3 UU No 7 tahun 2017," jelas Muhajirin.

Diberitakan sebelumnya, Bawaslu memutuskan kasus Lurah Salassa tidak memenuhi unsur-unsur tindak pidana Pemilu.

"Temuan yang diberikan tidak memenuhi unsur-unsur tindak pidana pemilu," demikian penjelasan dalam surat putusan di papan informasi Bawaslu Luwu Utara, Jl Andi Pattiware, Masamba.

Sementara itu, temuan dugaan penanganan pelanggaran peraturan lainnya atau pelanggaran netralitas ASN diteruskan.

Halaman
12
Penulis: Chalik Mawardi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved