Korupsi Pemerasan Dana BOS Disdik Sulbar Rugikan Negara Rp 343 Juta

Kasus dugaan korupsi pemerasan saat penyaluran dana BOS yang dilakukan oknum operator di Disdik Sulbar terus bergulir.

Korupsi Pemerasan Dana BOS Disdik Sulbar Rugikan Negara Rp 343 Juta
TRIBUN TIMUR/EDYATMA JAWI
Kapolres Majene AKBP Asri Effendy menjelaskan hasil perhitungan kerugian negara pada kasus dugaan korupsi pemerasan dana BOS di aula Mapolres Majene, Senin (4/3/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAJENE - Kasus dugaan korupsi pemerasan saat penyaluran dana BOS yang dilakukan oknum operator di Dinas Pendidikan (Disdik) Sulbar terus bergulir.

Sebelumnya penyidik Polres Majene telah menetapkan tiga tersangka. Yakni operator dana BOS Disdik Sulbar, We dan Bh. Serta kepala SD di Majene, Dr.

Saat ini penyidik Polres Majene telah mengantongi hasil audit perhitungan kerugian negara oleh BPKS Perwakilan Sulbar.

Baca: PSM Makassar Terpaksa Jadi Tim Musafir Sepanjang Maret-April 2019

Baca: Sepekan Diguyur Hujan, Longsor Putus Akses Jalan Penghubung Antar Desa di Maiwa Enrekang

Baca: Bus Polres Luwu Utara Kecelakaan di Masamba, 11 Orang Masuk Rumah Sakit

Kapolres Majene, AKBP Asri Effendy menjelaskan, hasil audit dinyatakan, kerugian negara atas kasus tersebut sebesar Rp383,84 juta. Kerugian negara itu bersumber dari pungutan atas penyaluran dana BOS kurang salur sebesar Rp1,2 miliar, sejak 2016-2017 untuk SD dan SMP di Majene.

"Jadi cukup signifikan hasil perhitungan kerugian negaranya," ucap Kapolres Majene, AKBP Asri Effendy, Senin (4/3/2019).

Kata Kapolres, saat ini dilakukan penangguhan penahanan terhadap ketiga tersangka. Mengingat menunggu perhitungan kerugian negara yang memakan waktu tiga bulan.

"Sementara kita tangguhkan dulu," katanya.

Terkait kemungkinan tersangka baru, Asri mengatakan, akan dilihat dari perkembangan fakta persidangan.

Kasus dugaan korupsi pemerasan ini diselidiki sejak awal 2018. Kasus ini ditingkatkan ke penyidikan sejak Mei 2018. Sedangkan penerapan ketiga tersangka, Agustus 2018.

Pemerasan ini dilakukan oleh tersangka operator Disdik Sulbar pada saat penyaluran dana. Jumlah pungutan bervariasi. Mulai Rp3 juta hingga Rp7 juta tiap kepala sekolah.

Kepala sekolah yang jadi korban terpaksa memberikan uang tersebut. Sebab takut tak diberikan dana kurang salur BOS pada tahun berikutnya.

Sementara itu, tersangka Dr yang menjabat kepala sekolah di Majene diduga berperan sebagai perpanjangan tangan kedua operator. Dr yang selanjutnya meminta uang pada kepala sekolah penerima kurang salur dana BOS. Hasilnya kemudian dibagi untuk ketiga tersangka. (Tribun-Timur.com)

Laporan Wartawan Tribun Timur, @edyatmajawi

 Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :

Jangan Lupa Follow akun Instagram Tribun Timur:

Penulis: edyatma jawi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved