Isi Premium Hingga Rp1 juta, Warga Majene Harus Berurusan Hukum

Polsek Banggae, Majene, mengamankan satu unit mobil yang diduga memodifikasi tangki bahan bakar.

Isi Premium Hingga Rp1 juta, Warga Majene Harus Berurusan Hukum
TRIBUN TIMUR/EDYATMA JAWI
Kapolsek Banggae, AKP Masdar Mansur menunjukkan mobil yang memiliki tangki modifikasi di Mapolsek Banggae, Senin (4/3/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAJENE -- Polsek Banggae, Majene, mengamankan satu unit mobil yang diduga memodifikasi tangki bahan bakar.

Kapolsek Banggae, AKP Masdar Mansur menjelaskan, mobil yang ditahan yakni Daihatsu hitam dengan Nopol DC 8596 BG.

Mobil tersebut ditahan pada Rabu (27/2/2019) lalu, pukul 01.00 WITA. Saat itu didapatkan laporan dari masyarakat tentang dugaan mobil yang memiliki tangki modifikasi di SPBU Lembang.

Baca: PSM Makassar Terpaksa Jadi Tim Musafir Sepanjang Maret-April 2019

Baca: Sepekan Diguyur Hujan, Longsor Putus Akses Jalan Penghubung Antar Desa di Maiwa Enrekang

Baca: Bus Polres Luwu Utara Kecelakaan di Masamba, 11 Orang Masuk Rumah Sakit

"Saya langsung memerintahkan anggota untuk mengecek ke SPBU Lembang," jelas AKP Masdar Mansur, Senin (4/3/2019).

Kata Kapolsek, mobil tersebut milik RM, warga Kecamatan Banggae Timur. Mobil itu mengisi premium di SPBU Lembang dengan nominal hingga Rp1 juta. Atau setara premium 140 liter. Sementara kapasitas mobil umumnya 40 liter.

Mobil tersebut memiliki dua tangki. Satu tangki asli dan lainnya modifikasi.

Tangki modifikasi berasal di bagian belakang, di bawah bak mobil. Tangki itu dirakit serupa penampungan bahan bakar. Namun dibagian bawahnya disiapkan lobang untuk mengeluarkan bahan bakar setelah pengisian.

Kata AKP Masdar, pelaku RM membeli BBM menggunakan tangki rakitan itu tiap malam. Selanjutnya dijual eceran pada masyarakat.

"Yang jelas setiap malam, setiap ada lagi pengisian di SPBU," jelasnya.

Saat ini RM tidak dijatuhkan wajib lapor. Pelaku diduga melakukan tindak pidana penyalahgunaan pengangkutan atau niaga BBM. Disangkakan pasal 55 subs 53 huruf b jo Pasal 23 UU RI No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.

"Ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara," jelasnya. (TribunMajene.com)

Laporan Wartawan Tribun Timur, @edyatmajawi

 Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :

Jangan Lupa Follow akun Instagram Tribun Timur:

Penulis: edyatma jawi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved