Demi Perbaikan Mutu, Dirut Utama BPJS Harap Rumah Sakit yang Diputus Kontrak Kerjasama Bisa Maklum

Prof Dr Fachmi Idris berharap pihak Rumah Sakit yang telah putus kontrak bisa maklum.

Demi Perbaikan Mutu, Dirut Utama BPJS Harap Rumah Sakit yang Diputus Kontrak Kerjasama Bisa Maklum
WAHYU
Foto Dirut Utama BPJS Kesehatan Prof Dr Fachmi Idris bersama Menteri Kesehatan RI, Prof Dr Nila Juwita Faried Anfasa Moeloek di UMI Makassar saat meresmikan Seminar Nasional Evaluasi Nawacita Pemerintah Joko Widodo-Basuki Jusuf Kalla Bidang Kesehatan untuk Indonesia, Sabtu (2/3/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Direktur Utama Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Prof Dr Fachmi Idris berharap pihak Rumah Sakit yang telah putus kontrak bisa maklum.

Pemutusan kontrak itu, menurut dia untuk meningkatkan mutu kesehatan masyarakat yang nantinya menjalani pengobatan di RS.

Hal itu Fachmi Idris sampaikan saat menjadi pembicara pada Seminar Nasional yang dilaksanakan oleh Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, di Auditorium Al-Jibra, UMI Makassar, Sabtu (2/3/2019).

Baca: UMI Makasssr Gelar Seminar Nasional, Hadirkan Menteri Kesehatan RI

Baca: TRIBUNWIKI: Ini Daftar Dua Film yang Sedang Tayang di XXI TSM Makassar

Baca: 5 Kesalahan Persepsi soal Kepemilikan e-KTP bagi WNA hingga Disebut Berpotensi Ancam Pemilu 2019

Baca: Asyik, 5 Pemain PSM dan Persija yang Gabung Timnas, Bakal Diizinkan Bela Klub di Piala AFC 2019

"RS yang telah putus kontrak dengan PBJS mestinya bisa maklum. Kan ini kita mau meningkatkan mutu kerja RS untuk masyarakat," ucapnya.

Diketahui, kontrak kerja sama BPJS Kesehatan dengan beberapa RS di Indonesia tidak dilakukan perpanjangan.

Hal ini menyusul adanya tingkat akreditasi yang diterapkan BPJS Kesehatan terhadap RS.

"Seharusnya ini sudah berlaku sejak 2014 lalu. Tetapi kita mulai lebih serius menerapkannya," imbaunya.

Ia berharap, seluruh RS yang telah putus kerja sama dengan BPJS Kesehatan bisa segera melengkapi persyaratan atau lulus akreditasi.

"Proses akreditasi RS, yah wajib melengkapi persyaratan dan administrasi. Sangat penting dilakukan pembenahan terhadap RS," harapnya.

Adapun sebanyak 65 RS telah putus kontrak kerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Sementara di Kota Makassar, sebanyak 7 RS telah putus kontrak dengan PBJS Kesehatan dari total 47 RS.

Laporan Wartawan Tribun Timur, Wahyu Susanto

Baca: Babinsa Dibantu Masyarakat Gotong Royong Bersihkan Material Longsor di Poros Mamuju-Kalumpang

Baca: Ustaz Abdul Somad: Persatuan Nomor 1, Jamaah: Presiden No 2 Aku Tak Cakap Begitu

Baca: Kisah Tragis Wanita Simpanan Mantan PM Malaysia, Dibunuh dan Tubuhnya Diledakkan dengan Bom

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :

Jangan Lupa Follow akun Instagram Tribun Timur:

Penulis: Wahyu Susanto
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved