Buka Rakernas IMA 2019, Nurdin Abdullah: Kepala Daerah Harus Kuasai Ilmu Marketing

Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Indonesia Marketing Association (IMA) dibuka Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (NA) di D'Liquid Claro Hotel Jl AP Petta

Buka Rakernas IMA 2019, Nurdin Abdullah: Kepala Daerah Harus Kuasai Ilmu Marketing
MUH ABDIWAN
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah membuka Rakernas Indonesia Marketing Association (IMA) di D'Liquid Claro Hotel Jl AP Pettarani Makassar, Sabtu (2/3/2019). Nurdin mengharuskan kepala daerah untuk mengusai ilmu marketing. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Indonesia Marketing Association (IMA) dibuka Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (NA) di D'Liquid Claro Hotel Jl AP Pettarani Makassar, Sabtu (2/3/2019).

Dalam sambutannya, Nurdin Abdullah mengatakan, seorang kepala daerah harus menguasai ilmu marketing, untuk mendukung kemajuan daerah yang dipimpinnya.

Ia mencontohkan, pada saat akan menghadirkan industri Smelter di Bantaeng, berbagai pihak protes karena dianggap belum didukung infrastruktur.

Baca: TRIBUNWIKI: Ini Daftar Dua Film yang Sedang Tayang di XXI TSM Makassar

Baca: 5 Kesalahan Persepsi soal Kepemilikan e-KTP bagi WNA hingga Disebut Berpotensi Ancam Pemilu 2019

Baca: Asyik, 5 Pemain PSM dan Persija yang Gabung Timnas, Bakal Diizinkan Bela Klub di Piala AFC 2019

"Di Bantaeng orang selalu protes, kenapa smelter ada di Bantaeng, listrik pun beban puncak cuma 8 megawatt, sementara smelter itu minimal 150 mega dan tidak punya nikel," kata Bupati 2 periode itu.

Hadirnya fungsi kemampuan marketing sangat dibutuhkan untuk meyakinkan semua pihak terhadap potensi yang dimiliki dan kemungkinan keberhasilan yang dapat dicapai.

"Kita juga termasuk tadinya di Bantaeng, untuk pisang saja dari luar, tetapi inovasi masyarakatnya yang harus kita bangun, wawasannya harus kita kembangkan," sebutnya.

Di bawah kepemimpinannya, kata Nurdin, langkah Sulsel untuk selalu tumbuh positif.

Sulsel, puluhan tahun bermimpi menjadi pintu gerbang untuk ekspor, namun selama ini hanya bergantung pada Jakarta dan Surabaya. Sehingga, pertumbuhan investasi sulit.

"Sulsel mulai bangkit dengan berbagai terobosan. Dan dalam dua bulan ini, mendapat kepercayaan untuk direct call (pengiriman langsung) ke luar negeri. Hal ini dapat menarik investasi," ujarnya.

Selain itu, pangsa pasar dari timur sangat besar. Sehingga dukungan penerbangan langsung untuk logistik dan penumpang sangat dibutuhkan.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved