Video Mahasiswa Salah Gunakan Atribut Tarian Toraja, Dinas Pariwisata Akan Mediasi

Pemerintah Kabupaten Toraja Utara turut menanggapi video singkat sanggar tari mahasiswa asal Makassar yang dinilai melecehkan budaya adat Toraja.

Video Mahasiswa Salah Gunakan Atribut Tarian Toraja, Dinas Pariwisata Akan Mediasi
Risnawati
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Toraja Utara, Harli Patriatno 

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Pemerintah Kabupaten Toraja Utara turut menanggapi video singkat sanggar tari mahasiswa asal Makassar yang dinilai melecehkan budaya adat Toraja.

Sebab, beberapa souvenir atau atribut Toraja salah satunya Kandaure digunakan tidak sesuai pada tempatnya dan cara memperagakan souvenir lainnya.

Sehingga video berdurasi 59 detik memperagakan tarian 'eran di langi' oleh enam pemuda menari menjadi sorotan para netizen (warga net) dan warga Toraja.

Koreografer video, Wahyu Lahang membuat pernyataan melalui TribunToraja.com dan menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Toraja, khususnya pemerintah serta pemerhati budaya dengan beredarnya video trailer tersebut.

Wahyu dan kawan-kawan mengaku tidak mengetahui arti dari beberapa aksesoris digunakan dan hanya mempelajari secara konseptual saja tanpa mengetahui lebih dalam makna dan larangan kandaure digunakan diatas kepala.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Toraja Utara, Harli Patriatno menyampaikan, pemerintah sudah membuat nota keberatan atas pemakaian souvenir dan cara mengekspresikan tarian eran di langi.

"Tarian, kostum dan tatanya seperti tidak tepat penggunaan atribut Toraja, saya yakin mereka tidak paham," ujarnya, Kamis (28/2/2019).

Harli mengimbau kepada pihak yang menggunakan atribut Toraja, agar sebaiknya konsultasi dan berdiskusi dulu dengan pihak terkait seperti pemerintah, pemerhati dan pemuka budaya serta Tokoh Adat.

Pemkab Toraja Utara berharap kekeliruhan semacamnya tidak terjadi lagi karena sudah sering dan berkali-kali kedapatan penyalahgunaan atribut Toraja yang diperagakan mahasiswa sanggar tari.

"Kami akan buka ruang diskusi lebih dalam lagi dengan meminta Dinas Pariwisata Sulsel untuk konsultasi dan mengundang komunitas seni di Makassar agar diskusi dan duduk bersama," tambahnya.

Halaman
12
Penulis: Risnawati M
Editor: Munawwarah Ahmad
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved