Selewengkan Dana Desa, Mantan Kades To'bia Luwu Ditahan

Dana penyelewengan tersebut digunakan HN untuk membiayai dirinya kembali maju sebagai kepala desa periode kedua.

Selewengkan Dana Desa, Mantan Kades To'bia Luwu Ditahan
desy/tribunluwu
Mantan Kepala Desa To'bia, Kecamatan Ponrang Selatan, Luwu, inisial HN (55), saat dibawa menuju Lapas Kelas IA Makassar. 

TRIBUNLUWU.COM, BELOPA - Kejaksaan Negeri Luwu menahan tersangka tindak pidana korupsi penyelewengan Dana Desa oleh mantan Kepala Desa To'bia, Kecamatan Ponrang Selatan, Luwu, inisial HN (55).

Dimana HN menjabat sebagai Kepala Desa To'bia periode 2011 hingga 2017.

HM didakwa atas kasus penyelewengan Dana Desa tahun 2016 dan 2017.

Dalam penyelewengan Dana Desa tersebut kerugian negara total Rp 276 Juta.

"Tersangka ini adalah PNS di kantor Kecamatan Ponrang. Penyelidikan kita mulai dari 4 oktober 2018 dugaan penyelewengan Dana Desa 2016 dan  2017," ujar Kepala Kejaksaan Negeri Luwu, Gede Edy Bujanayasa, Kamis (28/2/2019).

Gede Edy menjelaskan modus operandi yang dilakukan HN.

"Yang pertama tahun 2016 itu pemalsuan pertanggungjawaban. Kedua, penyaluran dana yang tidak sesuai besaran anggaran yang harusnya Rp 200 juta, tapi disalurkan cuma Rp 100 juta," jelasnya.

Dana penyelewengan tersebut digunakan HN untuk membiayai dirinya kembali maju sebagai kepala desa periode kedua.

"Dana hasil penyelewengan dana desa dipakai untuk maju kembali sebagai kepala desa. Dan Sekarang kita tahan dalam proses penuntutan di Lapas Kelas IA Makassar," tuturnya.

Masa penahanan HN di Lapas Kelas IA selama 20 hari hingga 19 Maret mendatang.

Tersangka diduga melanggar Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999.

Dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun kurungan penjara.

Laporan Wartawan TribuLuwu.com, @desy_arsyad

Penulis: Desy Arsyad
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved