Tersangka Kasus Korupsi Jalan Lingkar Barat Palopo, Dituntut Tiga Tahun Penjara

Tersangka kasus korupsi proyek Jl Lingkar Barat, Kota Palopo telah menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Makassar

Tersangka Kasus Korupsi Jalan Lingkar Barat Palopo, Dituntut Tiga Tahun Penjara
Kasi Pidsus Kejari Palopo
Kasi Pidsus Kejari Palopo Greafik

TRIBUNPALOPO.COM, WARA - Tersangka kasus korupsi proyek Jl Lingkar Barat, Kota Palopo telah menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Makassar pada Kamis (21/2/2019) lalu.

Tersangka pertama selaku Kontraktor, Sanny Patanggu dituntut tiga tahun penjara dan membayar uang ganti rugi sebesar Rp 1.3 miliar subsider satu tahun penjara, pidana denda Rp 50 juta subsider enam bulan.

Tersangka kedua, Ali Kumaini, selalu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dituntut pidana badan dua tahun, denda pidana Rp 50 juta subsider 6 bulan.

Baca: Beda Pilihan di Pilpres, Lihat Detik-detik Sandiaga Uno Berlutut Depan Jusuf Kalla, Baru Terjadi

Baca: Hasil Survei Elektabilitas Terbaru, PoliticaWave Rilis Prabowo-Sandiaga Ungguli Jokowi-Maruf

Baca: Diduga Sebar Kampanye Jika Jokowi Terpilih, Tak Ada Lagi Azan, Tiga Emak-emak Resmi Jadi Tersangka

Tersangka ketiga, Nasrul selaku Pengguna Anggaran (PA), dituntut satu tahun delapan bulan dikurangi selama terdakwa ditahan. Pidana denda Rp 50 juta subsider enam bulan.

Kepada TribunPalopo.Com, Kasi Pidsus Kejari Palopo, Greafik mengatakan, sidang selanjutnya akan dilanjutkan pada Kamis, 28 Februari 2019, besok. Agenda pembacaan pledoi atau nota pembelaan.

"Setelah itu kita tunggu sidang putusan," jelasnya.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Palopo menetapkankan tiga tersangka korupsi proyek pembangunan Jl Lingkar Barat yang berada di Kelurahan Salobulo, Kecamatan Wara Utara, Kota Palopo, pada 20 Maret 2018 lalu.

Jl Lingkar Barat dibangun menjadi penghubung antara Kecamatan Wara Utara dan Kecamatan Bara.

Anggaran pembangunan proyek ini berasal dari APBD Perubahan tahun 2016 senilai Rp 5 miliar

Proyek yang dihentikan karena tidak memiliki Analisi Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) ini mulai bermasalah pada awal 2017 sehingga pihak Kejaksaan mulai melakukan penyelidikan pada 8 September 2107 untuk mengetahui adanya indikasi korupsi pada pengerjaan proyek jalan yang mengeruk gunung tersebut.

Halaman
12
Penulis: Hamdan Soeharto
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved