Kasus Persetubuhan Marak di Toraja, Ini Kata Pemerhati Anak

Kasus persetubuhan anak di bawah umur paling menonjol ditangani Polres Tana Toraja di awal tahun 2019.

Kasus Persetubuhan Marak di Toraja, Ini Kata Pemerhati Anak
TRIBUN TIMUR/RISNAWATI M
Pemerharti Anak, Budanita Sudharianti juga Anggota Komisi Perlindungan Anak dan Advokasi (KPAA) dari Yayasan BPS Gereja Toraja.

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Kasus persetubuhan anak di bawah umur paling menonjol ditangani Polres Tana Toraja di awal tahun 2019.

Sehingga menjadi perhatian beberapa pihak terutama Polres Tana Toraja dan masyarakat Toraja.

Salah satu pemerhati anak, Budanita Sudharianti memberi tanggapan atas 11 kasus persetubuhan anak dibawah umur selama sebulan lebih, yang terjadi di Tana Toraja dan Toraja Utara.

Baca: Beda Pilihan di Pilpres, Lihat Detik-detik Sandiaga Uno Berlutut Depan Jusuf Kalla, Baru Terjadi

Baca: Hasil Survei Elektabilitas Terbaru, PoliticaWave Rilis Prabowo-Sandiaga Ungguli Jokowi-Maruf

Baca: Diduga Sebar Kampanye Jika Jokowi Terpilih, Tak Ada Lagi Azan, Tiga Emak-emak Resmi Jadi Tersangka

Menurutnya, penyebab dari kasus adalah ketidaksiapan keluarga memasuki rumah tangga sehingga tidak siap menjadi orang tua.

"Dampaknya kepada anak-anak menjadi korban ketidaksiapan baik itu pelaku maupun korban," ujarnya, Rabu (27/2/2019).

Lanjut Budanita, karena hal itu maka edukasi tentang seks tidak diberikan dan disamping ketidaktahuan serta keengganan belajar dan mitos 'tabu' membicarakan berbau seks meskipun dalam kerangka edukasi.

"Karena itu ada ketidakpedulian para orang tua terhadap perkembangan dan pertumbuhan fisik, kejiwaan, mental dan karakter anak," tambahnya.

Termasuk, ketidaksiapan para orang tua dan terlebih kepada anak dalam menyongsong era digital dan kemajuan Teknologi Informasi (TI) sehingga terjadi penyalahgunaan informasi oleh anak-anak, khususnya hal pornografi.

Budanita juga sebagai Anggota Komisi Perlindungan Anak dan Advokasi (KPAA) dari Yayasan Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja menyarankan pemerintah agar sebanyak mungkin mengedukasi para orang tua dan anak, khususnya edukasi seksual.

"Membangun sebanyak mungkin sarana, seperti organisasi dan kreativitas seni yang menggalang generasi muda agar bisa beraktivitas positif," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Risnawati M
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved