Nyaleg, Ini Alasan Sherly Farouk Tidak Sebar Baliho

"Saya tidak punya atribut di jalan. Kalaupun ada ditemukan, saya kasih hadiah. Saya tak suka diriku distempel, digantung di pohon," jelasnya.

Nyaleg, Ini Alasan Sherly Farouk Tidak Sebar Baliho
handover
Calon anggota legislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan Sherly Farouk, berjanji mewakafkan dirinya demi kepentingan rakyat. Khususnya warga Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Hal itu ia sampaikan saat bertemu ratusan warga Makassar yang didominasi kaum emmak-emmak di Warkop Salemo, Jl Salemo, Malimongan Tua, Kecamatan Wajo, Makassar, Senin (25/2/2019) malam. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Calon anggota legislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan, Sherly Farouk, berjanji mewakafkan dirinya demi kepentingan rakyat. Khususnya warga Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Hal itu ia sampaikan saat bertemu ratusan warga Makassar yang didominasi kaum emmak-emmak di Warkop Salemo, Jl Salemo, Malimongan Tua, Kecamatan Wajo, Makassar, Senin (25/2/2019) malam kemarin.

Baca: Lawan PSM Makassar, Pelatih Home United: Ini Akan Jadi Pertandingan Sulit

Baca: Plt Kadisdukcapil Belum Tahu Jumlah Penghayat Kepercayaan di Jeneponto

Dalam sosialisasinya, Sherly Farouk mengaku meskipun selama ini tidak terlihat di masyarakat melakukan aksi sosial. Tapi secara spontan telah berbuat banyak untuk kepentingan rakyat.

Sherly mengaku bahwa sudah membantu suami dalam urusan kelembagaan. Apalagi dirinya dipercaya sebagai ketua istri dewan yang membawahi istri-istri anggota DPRD Makassar.

"Jika kelak memilih di TPS tanggal 17 April, ingat nama saya Sherly nomor urut 7 dari Partai Golkar. Saya merasa sudah berbuat untuk masyarakat Makassar, tentu selama membantu suami saya," ungkapnya, Senin (25/2/2019) malam.

Baca: Rektor Unismuh Teken Kerja Sama dengan Genetic Computer School Singapura! Bakal Buka Kelas Khusus

Baca: Pembunuh Lelaki Bercelana Loreng di Hutan Kota Bulukumba Ternyata Anak di Bawah Umur

Kendati untuk dikenal lebih banyak oleh masyarakat di dapilnya, Sherly tidak mau menyebar alat peraga kampanye atau APK.

Sherly menilai alat peraga kampanye hanya merusak estetika kota. Selain itu dirinya tak punya visi-misi.

"Yang ada hanya ketika ketemu masyarakat maka mencatat keluhan masyarakat," jelas Sherly.

Baca: 153 Perawat RSUD Anutapura Palu Dirumahkan, Ini Penjelasan Direktur

"Saya tidak punya atribut di jalan. Kalaupun ada ditemukan, saya kasih hadiah. Saya tak suka diriku distempel, digantung di pohon," jelasnya.

"Selain itu, saya tak punya visi-misi ataupun program, karena saya mau mendengarkan keluhan, kebutuhan masyarakat untuk saya tampung. Itulah yang saya perjuangkan di DPRD kelak," tegas Sherly.(tribuntimur.com)

Laporan Wartawan tribuntimur.com @abdul-azis-alimuddin

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:

Follow juga akun instagram tribun-timur.com:

Penulis: Abdul Azis
Editor: Hasrul
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved