Februari, 11 Kasus Pelecehan Seksual di Luwu Timur Terjadi di Dalam Sekolah

DP2KB Luwu Timur Sullsel mencatat ada 15 kasus pelecehan seksual terhadap anak periode Januari-Februari 2019.

Februari, 11 Kasus Pelecehan Seksual di Luwu Timur Terjadi di Dalam Sekolah
THINKSTOCK
Ilustrasi 

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Luwu Timur Sullsel mencatat ada 15 kasus pelecehan seksual terhadap anak periode Januari-Februari 2019.

Kepala Seksi Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Luwu Timur, Sirawati mengatakan 11 kasus pelecehan seksual terjadi di dalam sekolah.

"Sedangkan empat kasus terjadi di luar sekolah," kata Sirawati kepada wartawan, Selasa (26/2/2019).

Baca: Tekan Angka Pelecehan Seksual Terhadap Anak, Ini yang Dilakukan Dinas P3A Jeneponto

Baca: Dikeluhkan, Lubang Jalan di Lau Maros Ditambal

Baca: 37 Ketos Ikuti Seleksi Tulis Esai dan Wawancara di Unhas

Pelecehan terjadi di dalam sekolah Korbannya rata-rata adalah pelajar SMA sederajat.

Dinas sosial pun juga sudah memberi pendampingan kepada pelajar yang menjadi korban tersebut.

Untuk tahun 2017, ada 47 kasus kekerasan seksual terhadap anak menurut catatan dinas sosial.

Sementara 2018, ada penurunan kasus kekerasan seksual terhadap anak dengan jumlah 33 kasus.

Khusus kasus tahun 2018, ada korban yang terinfeksi virus HIV-AIDS dari pelaku kekerasan seksual.

"Parah karena ada anak terinfeksi gara-gara ulah keluarga dekatnya," imbuhnya.

Laporan Wartawan TribunLutim.com, @vanbo19

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :

Follow juga akun instagram tribun-timur.com:

A

Penulis: Ivan Ismar
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved