Angka Pengangguran di Palopo Meningkat Pada Tahun 2018

Angka Pengangguran di Kota Palopo meningkat. Tahun 2018 lalu, angka pengangguran mencapai 12 persen.

Angka Pengangguran di Palopo Meningkat Pada Tahun 2018
Humas DPRD Palopo
Pembahasan Ranperda RPJMD Kota Palopo di ruang musyawarah DPRD Kota Palopo Jl Andi Baso Rahim, Kecamatan Wara, Kota Palopo, Selasa (26/2/2019). 

TRIBUNPALOPO.COM, WARA - Angka Pengangguran di Kota Palopo meningkat. Tahun 2018 lalu, angka pengangguran mencapai 12 persen.

Angka meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, hanya 10,96 persen di 2017. Angka 10,96 persen di 2017 ini juga tercatat sebagai angka tertinggi di Sulsel.

Hal tersebut terungkap saat pembahasan Ranperda RPJMD Kota Palopo, di ruang musyawarah DPRD Kota Palopo Jl Andi Baso Rahim, Kecamatan Wara, Kota Palopo, Selasa (26/2/2019).

Baca: Tekan Angka Pelecehan Seksual Terhadap Anak, Ini yang Dilakukan Dinas P3A Jeneponto

Baca: Dikeluhkan, Lubang Jalan di Lau Maros Ditambal

Baca: 37 Ketos Ikuti Seleksi Tulis Esai dan Wawancara di Unhas

Kepala Bappeda Kota Palopo, Firmanzah DP, dalam pembahasan itu, menjelaskan beberapa isu strategis yang coba diselesaikan dalam penjabaran di Ranperda RPJMD ini.

Salah satu isu strategis yang dibahas adalah persoalan kesejahteraan masyarakat, yang meliputi pertumbuhan ekonomi, pengangguran, dan pengentasan kemiskinan.

Ia menjelaskan, angka kemiskinan Kota Palopo menurun, dari angka 8,78 di 2017, turun menjadi 7,94 di 2018.

“Sementara untuk pendapatan perkapita Palopo juga tercatat meningkat Rp27 juta di 2017, meningkat menjadi Rp37 juta di 2018,” jelas Firmansyah dalam rilisnya.

Meski angka kemiskinan menurun dan pendapatan meningkat, namun tingkat pengangguran di Palopo tercatat meningkat. Bahkan tertinggi di Sulsel pada 2017 yang mencapai 10,96 persen. Kemudian di 2018 meningkat menjadi 12 persen.

Firmanzah mengungkapkan, penurunan angka pengangguran ini terus diupayakan Pemkot Palopo. Berbagai upaya telah dimaksimalkan untuk menurunkan angka pengangguran di Palopo.

“Penanggulangan pengangguran ini terus kita lakukan, utamanya mencoba memaksimalkan program ‘siapa mau kerja apa’,” katanya.

Isu strategis lain yang coba diselesaikan dalam RPJMD ini, yakni kualitas manusia, seperti masalah pendidikan dan kesehatan.

Selanjutnya persoalan infrastruktur wilayah, yang akan terus membenahi daerah kumuh, air minum, dan sanitasi.

Laporan Wartawan TribunPalopo.Com, @hamdansoeharto_

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :

Follow juga akun instagram tribun-timur.com:

A

Penulis: Hamdan Soeharto
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved