Dipantau Bawaslu, Andi Ruskati Irit Bicara Saat Pesta Nelayan di Majene

Anggota DPR RI daerah pemilihan Sulawesi Barat (Sulbar) ini hadir menyapa masyarakat di Tamo, Sabtu (23/2/2019).

Dipantau Bawaslu, Andi Ruskati Irit Bicara Saat Pesta Nelayan di Majene
Edyatma Jawi/Tribun Timur
Andi Ruskati Ali Baal Masdar menghadiri pesta nelayan di Tamo, Kelurahan Baurung, Banggae Timur, Majene, Sabtu (23/2/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAJENE -- Anggota DPR RI Komisi VIII Andi Ruskati Ali Baal Masdar menghadiri pesta nelayan di Tamo, Kelurahan Baurung, Kecamatan Banggae Timur, Majene.

Anggota DPR RI daerah pemilihan Sulawesi Barat (Sulbar) ini hadir menyapa masyarakat di Tamo, Sabtu (23/2/2019).

Baca: VIDEO: Fahsar M Padjalangi Pantau Lokasi Tes CAT P3K Bone

Baca: VIDEO: Bawaslu Sulbar-Majene Ajak Masyarakat Tolak Politik Uang dan Hoax

Istri Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar itu juga diberikan kesempatan menyampaikan sambutan pada acara tahunan tersebut.

Dalam sambutannya, Andi Ruskati memperkenalkan diri sebagai anggota Komisi VIII DPR RI Sulbar. Ia sekaligus menjadi calon legislatif, untuk DPR RI pada Pemilu 2019.

Pada kesempatan itu, Andi Ruskati enggan berkomentar banyak terkait statusnya sebagai caleg. Apalagi pengawas pemilu hadir di acara tersebut.

Baca: Pasangan Selebriti Korea, Song Hye Kyo dan Song Joong Ki Dikabarkan Bercerai! Disebut Ini Alasannya

"Janganlah saya banyak berbicara, nanti terpeleset lagi pembicaraan saya. Ya ada panwas, ada ketua panwas," ujar Andi Ruskati.

Politisi Gerindra ini mengaku memiliki pengalaman dipanggil Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Ia pernah dipanggil Bawaslu di Kabupaten Polewali Mandar (Polman).

"Karena gegara yang seperti inilah pernah saya memang saya dipanggil panwas di Kabupaten Polewali Mandar," katanya.

Baca: FTI UMI Bantu UMS Rencanakan Pendirian PS PPI, Dekan: Tak Banyak Kampus Peduli dan Ikhlas

Menurutnya, posisinya sebagai oposisi di Indonesia pun membuatnya sulit. Ia merupakan Ketua DPW Partai Gerindra Sulbar yang juga partai oposisi. Hal itu dinilai membuat kesalahan sedikit yang dilakukannya dapat menjadi besar.

"Saya mengerti posisi saya, sebagai oposisi di Indonesia ini. Coba di Provinsi Sulbar, salah sedikit, salah satu menjadi sepuluh salahnya. Kita selalu mengerti masyarakat. Hanya saya sampaikan, saya adalah orang asli Kabupaten Majene," katanya.(Tribun Sulbar.com)

Laporan Wartawan Tribun Timur, @edyatmajawi

 

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :

Penulis: edyatma jawi
Editor: Hasrul
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved