Pemilu 2019

Video 15 Camat Makassar Dukung Capres, Mahasiswa UIM: Bisa Jadi Ada Intervensi

Video berdurasi 1 menit 26 detik ini, tampak mantan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan 15 Camat menyatakan dukungan ke pasangan Capres

Video 15 Camat Makassar Dukung Capres, Mahasiswa UIM: Bisa Jadi Ada Intervensi
Dok Herman
Mahasiswa UIM, Herman (kanan, baju hitam) menyalami rekannya di acara organisasi kedaerahan HPPMI Maros 13 Januari 2019 lalu.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Mahasiswa Fakultas Teknik (FT) Universitas Islam (UIM) Makassar, Herman turut menanggapi video menghebohkan beredar di media sosial di Makassar, terkait pemilihan presiden.

Video berdurasi 1 menit 26 detik ini, tampak mantan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan 15 camat menyatakan dukungan ke pasangan nomor 1 pemilihan presiden Indonesia, Jokowi Ma'ruf.

Menurutnya, video yang secara terang-terangan mendukung salah satu pasangan calon presiden ini tidak pantas.

Baca: VIDEO VIRAL Camat se-Makassar Dukung Jokowi-Maruf, SYL: Selfi-selfie ji itu Kodong!

Baca: Camat se-Makassar Pendukung Jokowi-Maruf Ramai-ramai Bungkam

Baca: Pena 98 Sebar Puluhan Spanduk di Makassar Terkait Freeport

Terlebih 15 camat se kota Makassar ini merupakan Aparat Sipil Negara (ASN).

"Mereka ini kan harus bersikap netral, tidak perlu secara terang-terangan demikian," katanya pada tribun-timur.com, Jumat (22/2/2019).

Lebih lanjut ia menuturkan, SYL telah merusak kesehatan demokrasi di Indonesia.

"Menurut saya secara pribadi, pak SYL telah merusak kesehatan demokrasi di Indonesia dengan melibatkan secara terbuka camat se kota Makassar ini dalam menentukan pilihan calon presiden dan wakil presiden," ujarnya.

Ia menambahkan pula, bahwa tindakan camat di dalam videi tersebut yang mendukung pasangan nomor satu secara terbuka ini karena adanya intervensi.

"Bisa jadi ada intervensi juga, sungguh disayangkan sekali," tuturnya. (*)

Laporan wartawan @umhaconcit

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :

Follow juga akun instagram tribun-timur.com:

A

Penulis: Sukmawati Ibrahim
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved