Pilpres 2019

Rocky Gerung Komentari Pertemuan Rahasia Jokowi & Bos Freeport dan Penjelasan Jokowi dan Said Didu

Dalam ciutan terbarunya di Twitter, Rocky Gerung mengomentari pertemuan Jokowi dengan Bos Freeport ini

Rocky Gerung Komentari Pertemuan Rahasia Jokowi & Bos Freeport dan Penjelasan Jokowi dan Said Didu
Tribunnews
Rocky Gerung dan Presiden RI Jokowi 

TRIBUN-TIMUR.COM - Akademisi Rocky Gerung juga mengikuti dinamika terkait desas-desus pertemuan antara Presiden RI Jokowi dengan Presiden Freeport McMoran Inc, James R. Moffet .

Dalam ciutan terbarunya di Twitter, Rocky Gerung mengomentari pertemuan Jokowi dengan Bos Freeport ini.

Awal mula pertemuan Jokowi dan Bos Freeport diungkap Said Didu salah satu tim kampanye Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Pada mulanya. . Pertemuan Rahasia Jokowi dan Bos Besar Freeport, Jim Moffet," kicau Rocky Gerung seperti dilansir tribun-timur.com Jumat (22/2/2019) dari akun twitter Rocky Gerung @rockygerung.

Baca: Prediksi Susunan Pemain Persib Bandung Kontra Arema FC Hari Ini, Ezechiel Belum Pasti Dimainkan

Baca: Jokowi atau Prabowo Diuntungkan? 80 Ribu Warga Sulsel Belum Rekam KTP-el, Reaksi KPU & Discapil

Baca: Apakah Ini Hukuman Adil? Istri Bos Abutours Divonis 19 Tahun Bui Terbukti Tipu 79 Ribu Jamaah Umrah

Salah satu cuitan meminta Rocky Gerung untuk membaca ulang wawancara Sudirman Said pada 2015 agar tidak terjadi kesalahan.

"Kalau pakai akal sehat, coba baca wawancara di Majalah TAMBANG Nov 2015 ini. Siapa yang berbohong?' tulis akun Prastowo Yustinus memberi opini p embanding atas cuitan Rocky Gerung.

Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengungkapkan adanya pertemuan antara Jokowi dengan Presiden Freeport McMoran Inc, James R. Moffet di Indonesia.

Pertemuan rahasia tersebut menurut Sudirman Said, menjadi cikal bakal keluarnya surat tertanggal 7 Oktober 2015 dengan nomor 7522/13/MEM/2015 yang berisi perpanjangan kegiatan operasi freeport di Indonesia.

Selama ini, ia sering dituding sebagai orang yang memperpanjang izin tersebut.

"Mengenai surat, tanggal 7 Oktober 2015, jadi surat itu menjadi penguatan publik, saya seolah olah memberi perpanjangan izin, itu persepsi publik," kata Sudirman Said di acara diskusi peluncuran buku 'Satu Dekade Nasionalisme Pertambangan', di Kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, (20//2/2019).

Halaman
1234
Editor: Mansur AM
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved