Pemerintah, Satgas Pangan, Petani dan Importir Sinergi Sukseskan Wajib Tanam Bawang Putih

Sejak diluncurkan program wajib tanam pada tahun 2017 lalu hingga awal 2019, setidaknya telah tertanam 5.500 hektar bawang putih oleh importir.

Pemerintah, Satgas Pangan, Petani dan Importir Sinergi Sukseskan Wajib Tanam Bawang Putih
Humas Kementan RI
Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi, saat membuka Pertemuan Evaluasi Wajib Tanam RIPH 2018 dan sosialisasi petunjuk teknis penanaman bawang putih di Yogyakarta, Jumat (22/2/19).

TRIBUN-TIMUR.COM, YOGYAKARTA - Pemerintah terus berupaya memperluas areal tanam bawang putih untuk mengejar target swasembada tahun 2021.

Untuk mendukung target tersebut, importir diwajibkan memproduksi 5% dari total pengajuan rekomendasi impornya.

Sejak diluncurkan program wajib tanam pada tahun 2017 lalu hingga awal 2019, setidaknya telah tertanam 5.500 hektar bawang putih oleh importir.

"Pemerintah sangat mengapresiasi keseriusan dan komitmen importir melaksanakan wajib tanamnya. Tentu pemerintah berkewajiban mendukung dengan insentif kebijakan di semua lini yang lebih berorientasi pada output," ujar Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi, saat membuka Pertemuan Evaluasi Wajib Tanam RIPH 2018 dan sosialisasi petunjuk teknis penanaman bawang putih di Yogyakarta, Jumat (22/2/19).

Suwandi menekankan untuk mempercepat swasembada, penanaman bawang putih oleh importir maupun APBN dilaksanakan di lokasi baru. Istilahnya perluasan areal tanam baru (PATB).

"PATB penting sekali karena kunci swasembada adalah ekstensifikasi tanam dan peningkatan produktivitas panen," tegas dia.

Karenanya, Suwandi mengingatkan agar Dinas Pertanian turut membantu para importir yang masuk ke wilayahnya. Dinas jangan mempersulit, tetapi berkas harus dibantu, melakukan pengecekan lapangan dan pengontrolan oleh penyuluhnya untuk mendampingi dengan baik.

"Tolong dibantu agar jangan sampai menurunkan semangat petani dan importir. Ingat untuk bekerja amanah untuk nusa dan bangsa," ujarnya.

"Aturan (Juknis-red) juga harus memperhatikan kondisi lapangan dan tidak menyulitkan di tingkat pelaksana sampai pengawas," imbuh dia.

Valentino, perwakilan importir bawang putih yang merealisasikan wajib tanamnya di wilayah Jawa Tengah, menyampaikan dukungannya terhadap program swasembada. Namun pihaknya meminta supaya kendala-kendala di lapangan menjadi perhatian pemerintah.

Halaman
12
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved