Pemilu 2019

Partai Golkar Toraja Utara Ingin Baksos Fogging Cegah DBD, Bawaslu Larang, Ini Alasannya

DPD II Partai Golkar Toraja Utara dilarang Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menggelar Fogging cegah nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD).

Partai Golkar Toraja Utara Ingin Baksos Fogging Cegah DBD, Bawaslu Larang, Ini Alasannya
TRIBUN TIMUR/RISNAWATI M
Ketiga Anggota Bawaslu Toraja Utara, Andarias Duma, Gabriel Rumbayan dan Arifin S. 

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - DPD II Partai Golkar Toraja Utara dilarang Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menggelar Fogging cegah nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD).

Sebelumnya Ketua DPD II Partai Golkar Toraja Utara, Frederick Victor Palimbong bersama pengurus akan berencana lakukan Bakti Sosial (Baksos) fogging di beberapa kelurahan yang masuk rawan berkembangnya nyamuk DBD di Kecamatan Rantepao.

Ditemui TribunToraja.com, Ketua Bawaslu Toraja Utara Andarias Duma mengatakan aksi baksos Partai Golkar tidak diperbolehkan dengan alasan waktu (momen) tidak tepat.

Baca: VIDEO VIRAL Camat se-Makassar Dukung Jokowi-Maruf, SYL: Selfi-selfie ji itu Kodong!

Baca: Camat se-Makassar Pendukung Jokowi-Maruf Ramai-ramai Bungkam

Baca: Pena 98 Sebar Puluhan Spanduk di Makassar Terkait Freeport

"Kita larang, ini kan momennya tidak tepat, walaupun mau lakukan fogging maka orang bertanya-tanya siapa yang lakukan itu dan merasa terbantu dari partai tersebut," ucap Andarias, Jumat (22/2/2019).

Lanjutnya mengatakan, Parpol akan aksi kemanusiaan itu baik namun kembali ke aturan bahwa, momen melakukan fogging itu tidak tepat.

"Ada pemerintah yang bisa fogging melalui Dinas Kesehatan, bisa Parpol asal selesai Pemilu 2019 nanti atau bulan September 2018 lalu," jelasnya.

Andarias menjelaskan, Partai Golkar sempat datang ke Bawaslu konsultasi, kemudian langsung saja bersurat ke Dinas Kesehatan (Dinkes).

"Dinkes mengatakan, sepanjang tidak ada rekomendasi dari Bawaslu, mereka tidak memberikan izin melakukan fogging DBD," ungkapnya.

Kata Andarias, Bawaslu Toraja Utara juga pertimbangkan peraturan KPU terkait kampanye dan pihaknya hanya melakukan pencegahan agar tidak dilakukan, sebab jika berjalan menutup kemungkinan akan banyak bertanya-tanya.

"Tinggal berapa hari lagi jelang Pemilu, yang jelas kami mencegah dan ada dinas terait yang berkewajiban lakukan fogging, kenapa harus Parpol," tutupnya. (*)

Laporan Wartawan TribunToraja.com, @cinnank17

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :

Follow juga akun instagram tribun-timur.com:

A

Penulis: Risnawati M
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved