Pemilu 2019

Heboh 15 Camat Makassar Dukung Jokowi, Mahasiswa UNM Minta Bawaslu Tegas

Mahasiswa UNM Makassar tersebut mengatakan, ini contoh yang buruk di mata masyarakat apalagi divideokan.

Heboh 15 Camat Makassar Dukung Jokowi, Mahasiswa UNM Minta Bawaslu Tegas
Muhammad Firdaus Paduppai
Mahasiswa UNM, Muhammad Firdaus Paduppai

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR --Mahasiswa Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Negeri Makassar (UNM), Muhammad Firdaus Paduppai menanggapi video menghebohkan beredar di media sosial di Makassar, terkait pemilihan presiden.

Video berdurasi 1 menit 26 detik ini, tampak mantan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan 15 camat di Makassar menyatakan dukungan ke pasangan nomor 1 pemilihan presiden Indonesia, Jokowi Ma'ruf.

Mahasiswa angkatan 2014 ini mengatakan, ini contoh yang buruk di mata masyarakat apalagi divideokan.

Baca: VIDEO VIRAL Camat se-Makassar Dukung Jokowi-Maruf, SYL: Selfi-selfie ji itu Kodong!

Baca: Camat se-Makassar Pendukung Jokowi-Maruf Ramai-ramai Bungkam

Baca: Pena 98 Sebar Puluhan Spanduk di Makassar Terkait Freeport

Menurutnya, seharusnya Aparatur Negara (ASN) seperti ini harus netral.

"Nah di aturan ASN pula dijelaskan bahwa mereka tidak boleh berkampanye seperti ini. Apalagi ini adalah masa kampanye. Nah Bawaslu harus tegas dalam menindaklanjuti hal ini," katanya pada tribun-timur.com, Jumat(22/2/2019).

"Kecurigaan saya yah ada intervensi dari atasan. Inilah yang membuat mereka seperti ini. Tapi itu hanya kecurigaan yang jelas video itu menegaskan sumpah bahwa mereka berpihak pada pemilu kali ini," lanjutnya.

Laki-laki asal Maros ini menuturkan, bagi Syahrul Yasin Limpo yang terang-terangan mendukung salah satu calon tidak menjadi masalah.

"Kalau pak Syahrul yah tidak masalah, dia kan calon legislatif bukan PNS. Tetapi kalau para camat wah saya pikir saya tidak pantas. Mereka harus netral dan menjadi contoh untuk masyarakatnya," ujarnya.

Diketahui Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel terima dua laporan dari partai Gerinra Sulsel dan tim Prabowo-Sandiaga, Kamis (21/2/2019).

Kordiv Pelayanan Pelanggaran Bawaslu Sulsel, Azry Yusuf mengaku, dua laporan tersebut terkait video viral melibatkan Camat se-Kota Makassar soal Pilpres.

Laporan tersebut tercantum dalam nomor Laporan (LP) di Bawaslu, dengan nomor 012 / LP / PL / 27.00 / II / 2019 dan juga nomor 013 / LP / PL /27.00 / II / 2019. (*)

Laporan wartawan @umhaconcit

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :

Follow juga akun instagram tribun-timur.com:

A

Penulis: Sukmawati Ibrahim
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved