Prof Marwan Mas: Camat Tidak Netral Harus Diproses Bawaslu

Prof Dr Marwan berharap, teman-teman politisi tertentu dan Tim Kampanye dari dua kubu Capres untuk berkompetisi secara sehat, jujur dan bermartabat.

Prof Marwan Mas: Camat Tidak Netral Harus Diproses Bawaslu
Prof Dr Marwan Mas SH MH 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Bosowa (Unibos) Makassar,
Prof Dr Marwan Mas SH MH, turut menanggapi video menghebohkan beredar di media sosial di Makassar, terkait pemilihan presiden.

Video berdurasi 1 menit 26 detik ini, tampak mantan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo dan 15 camat di Makassar menyatakan dukungan ke pasangan calon presiden nomor urut 01, Jokowi Ma'ruf.

Baca: Musda KNPI Soppeng Bulan Maret, Ini Jumlah OKP Pemegang Hak Suara

Baca: Musda KNPI Soppeng Bulan Maret, Ini Jumlah OKP Pemegang Hak Suara

"Inilah yang merusak tatanan demokrasi di Indonesia karena selalu saja ada oknum politisi yang merayu dan menarik-narik Aparat Sipil Negara (ASN) seperti Camat masuk ke ruang politik praktis, sehingga para Camat itu terjerumus ke dalam ruang yang tidak netral dalam pemilu seperti pemilihan presiden (Pilpres)," katanya saat dikonfirmasi trubun-timur.com, Kamis (21/2/2019).

Menurutnya, Camat yang diduga terlibat itu harus diproses oleh Bawaslu sebagai pelanggaran Pemilu sesuai UU Nomor 7/2017 tentang Pemilihan Umum (UU Pemilu).

Baca: Tidak Bawa STNK, Dituduh Maling Helm Motor, Dua Pria Tewas Dimassa di Kampus, Tonton Videonya!

"Tetapi kasian juga sang Camat itu yang boleh jadi tergoda karena janji kekuasaan atau karena pertemanan dengan politisi tertentu sehingga terseret dukung-mendukubg Capres secara terbuka yang disebar di ruang publik," ujarnya.

"Perbuatan seperti itu dilarang dan diancam pidana penjara dan denda dalam UU Pemilu, padahal siapapun presiden yang terpilih setiap Camat selaku ASN tetap menjadi bagian terpenting dari penyelenggara pemerintahan yang dipimpin oleh presiden terpilih. Maka itu, ASN yang digaji oleh uang rakyat diminta netral dalam UU Pemilu, jangan mau tergoda rayuan untuk kepentingan politik tertentu," lanjutnya.

Baca: Mau Lolos Masuk STAN? Ikuti Mini Camp SPMB PKN STAN 2019 Bersama Alumni yang Sukses

Selain itu, oknum politisi yang selalu merayu atau meminta ASN untuk tidak netral dalam pemilu seharusnya sadar rakyat pemilih di akar rumput sudah kian pintar.

Mereka tidak lagi cepat tergoda dengan permainan oknum politisi yang memperalat ASN agar memberikan suaranya dalam pemilu yang tidak sesuai pilihan nuraninya.

"Rakyat pemilih yang sudah semakin cerdas akan menjatuhkan hukuman pada 17 April 2019 nanti dengan cara mengabaikannya di bilik suara. Selanjutnya, saya yakin rakyat akan terus waspada dan menjaga suaranya dari kemungkinan kecurangan dengan cara mencuri suara yang diberikan di TPS," imbuhnya.

Baca: Tim Pegasus Polres Jeneponto Amankan 12 Motor Bodong

Prof Dr Marwan berharap, teman-teman politisi tertentu dan Tim Kampanye dari dua kubu Capres untuk berkompetisi secara sehat, jujur dan bermartabat.

"Carilah dukungan rakyat secara terhormat dengan menjual gagasan atau biasa saya sebut konflik gagasan yang sesuai dengan aspirasi dan kebutuhan rakyat, agar dipilih," tuturnya.(*)

Laporan Wartawan Tribun Timur @umhaconcit

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :

Follow juga akun instagram tribun-timur.com:

 

Penulis: Sukmawati Ibrahim
Editor: Hasrul
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved