Dua Kali Gagal Karena "Pelit" ke Wasit, CEO PSM Singgung Potensi Beralihnya Gelar Juara

CEO PSM, Munafri Arifuddin bicara potensi beralihnya gelar juara dari Persija Jakarta ke PSM Makassar.

Dua Kali Gagal Karena
TRIBUN TIMUR/OCHA ALIM
CEO PSM, Munafri Arifuddin 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Terbongkarnya praktek pengaturan skor di kompetisi sepakbola Indonesia membuat publik terperangah.

Bahkan kini Satgas Antimafia Sepakbola bentukan Polri telah menyasar skandal yang terjadi di Liga 1 Indonesia.

Bahkan Satgas telah menetapkan Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, terkait dugaan pengrusakan barang bukti pengaturan skor yang menyeret Persija Jakarta.

Sejumlah wasit Liga 1 pun telah dimintai kesaksian.

Wakil Kepala Satgas Antimafia Sepakbola, Brigjen Pol Krishna Murti, bahkan menyebut ada tiga klub yang bersih dari proses sogok menyogok wasit.

Yakin PSM Makassar, Persipura Jayapura dan Persib Bandung.

CEO PSM, Munafri Arifuddin bicara potensi beralihnya gelar juara dari Persija Jakarta ke PSM Makassar.

"Jika Satgas bisa membuktikan itu tentunya sangat bagus, kan kejadian seperti itu pernah terjadi semisal di Liga Italia ada Calcio Poli, kenapa tidak semisal di Indonesia juga demikian ketika itu bisa dibuktikan," terang Appi sapaan Munafri.

Skandal Calcio Poli di Liga Italia beberapa tahun lalu menyebabkan gelar juara Juventus selama dua musim dianulir dan diserahkan ke Inter Milan.

Juventus pun harus didegradasi dari Serie A setelah terbukti terlibat dalam skandal tersebut.

Halaman
123
Penulis: Alfian
Editor: Munawwarah Ahmad
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved