Terkait Pemeriksaan Kades di Polman, Ini Penjelasan Kejati Sulselbar

Mereka diperiksa oleh penyidik Kejati Sulselbar sekaitan kasus dugaan korupsi lampu jalan di daerah ini.

Terkait Pemeriksaan Kades di Polman, Ini Penjelasan Kejati Sulselbar
edy jawi/tribunpolman.com
Kantor Kejari Polewali Mandar. 

TRIBUN-TIMUR.COM, POLMAN - Pemeriksaan kepala desa (Kades) di Polewali Mandar (Polman) oleh penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar terus bergulir.

Rabu (20/2/2019), sejumlah kades kembali dipanggil ke kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Polman. Mereka diperiksa oleh penyidik Kejati Sulselbar sekaitan kasus dugaan korupsi lampu jalan di daerah ini.

Kasi Pidsus Kejari Polman, Fadly A Syafaa mengatakan, pemeriksaan itu dimulai sejak Senin (18/2/2019). Namun nampaknya pemeriksaan telah berakhir siang tadi.

"Ini hari terakhir," ujar Fadly pada Tribun Timur, Rabu (20/2/2019).

Pemeriksaan tim penyidik Kejati Sulselbar ini juga dilaksanakan pada Kamis dan Jumat, 14-15 Februari lalu. Fadly tak mengetahui pasti materi pemeriksaan. Kejari Polman hanya menyiapkan fasilitas bagi tim penyidik.

Terpisah, Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Sulselbar, Salahuddin menyampaikan, pemeriksaan kades itu memang telah dilangsungkan sejak beberapa hari terakhir.

Tujuannya untuk kepentingan perampungan berkas perkara kasus dugaan korupsi lampu jalan.

"Beberapa hari lalu memang benar ada (Pemeriksaan), dalam rangka untuk kepentingan perampungan berkas perkara," ungkap Salahuddin pada Tribun Timur.

Selain itu, pemeriksaan juga dilakukan untuk memenuhi permintaan tambahan data dari auditor. Itu sekaitan perhitungan kerugian negara akibat kasus tersebut.

Dugaan korupsi pengadaan lampu jalan di 144 desa di Polman terjadi bertahap selama dua tahun. Pada 2016, terdapat 720 unit pengadaan lampu jalan. Sementara 2017, jumlah pengadaan sebanyak 715 unit.

Kasus tersebut menyeret dua nama dan telah ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya, Direktur CV Binanga, Haeruddin dan mantan Kabid Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BPMD) Polman, Andi Baharuddin Patajangi.

Haeruddin ditahan setelah pemeriksaan di Kejati Sulselbar, Senin (10/12/2018). Sementara Andi Baharuddin d ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Makassar, Jumat (14/12/2018).

Terkait kemungkinan bertambahnya tersangka, kata Salahuddin, penyidik sekarang fokus pada perampungan berkas perkara dan permintaan tambahan data auditor.

"Sekarang penyidik fokus kepada yang dua tadi itu," pungkasnya. (TribunPolman.com)

Laporan Wartawan Tribun Timur, @edyatmajawi

Penulis: edyatma jawi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved