Di Bulukumba, Kapolda Sulsel: Saya Barang Baru Stok Lama

Kapolda Sulsel Irjen Pol Hamidin, melakukan kunjungan kerja (Kunker) di Kabupaten Bulukumba, sekitar 158 kilometer selatan Polda Sulsel

Di Bulukumba, Kapolda Sulsel: Saya Barang Baru Stok Lama
TRIBUN TIMUR/FIKRI ARISANDI
Kapolda Sulsel, Irjen Pol Hamidin, usai menghadiri kegiatan di Hotel Agri Bulukumba, Jl R Suprapto, Kecamatan Ujung Bulu, Selasa (19/2/2019). 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel), Irjen Pol Hamidin, melakukan kunjungan kerja (Kunker) di Kabupaten Bulukumba, sekitar 158 kilometer selatan Polda Sulsel, di Kota Makassar, Selasa (19/2/2019).

Kunkernya kali ini, Irjen Pol Hamidin, menyempatkan bersilaturahim dengan berbagai elemen masyarakat, mulai dari kepala desa, camat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan para pejabat instansi vertikal.

Pertemuan tersebut berlangsung di Hotel Agri, Jl R Suprapto, Kelurahan Tanah Kongkong, Kecamatan Ujung Bulu.

Baca: Gerhana Bulan & Supermoon Malam ini: Cerita Gerhana Bulan di Zaman Rasulullah dan Anjuran Ibadah

Baca: Fenomena Supermoon, Air Laut Akan Naik di Pesisir Makassar

Baca: Polres Maros Intai Penyalur Bansos, Jika Salah Sasaran Pelaku Dapat Ganjaran

Dalam pertemuan tersebut, perwira tinggi polisi berpangkat dua bintang emas itu, didampingi Bupati AM Sukri Sappewali dan Kapolres Bulukumba AKBP Syamsu Ridwan.

Irjen Pol Hamidin mengaku, dirinya bukan orang baru, pasalnya, dirinya pernah menjabat sebagai Kapolres di tiga kabupaten di Sulsel.

Ia mengibaratkan dirinya seperti pakaian cap karung (Cakar) atau pakaian bekas, yang banyak dijual di Makassar, tapi masih tetap menarik.

“Jadi seperti yang dikatakan sebelumnya oleh Bupati, saya ini barang baru stok lama,” ujar Irjen Pol Hamidin di awal sambutannya.

Sebelum memaparkan materinya lebih jauh, Irjen Pol Hamidin menceritakan kembali pengalamannya saat menjabat Kapolres Bantaeng, Kapolres Luwu Utara dan Kapolres Gowa.

Saat menjabat di Kapolres Bantaeng, Irjen Pol Hamidin mengaku, pernah mendapati situasi masyarakat yang melakukan anarkisme massa.

“Mungkin bapak-ibu sekalian masih ingat juga, kalau ada perbuatan tercela di kampung itu, maka mereka menghakimi sendiri,” kenangnya.

Halaman
123
Penulis: Firki Arisandi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved