Pemkab Sinjai Belum Pasti Terima PPPK, Ini Alasannya

Jika menerima otomatis sudah harus menggaji mereka sementara Pemkab Sinjai tidak menganggarkan dalam APBD tahun 2019 ini.

Pemkab Sinjai Belum Pasti Terima PPPK, Ini Alasannya
samsul bahri/tribun timur
Kepala Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Ratnawati 

TRIBUN TIMUR.COM, SINJAI UTARA - Pemerintah Kabupaten Sinjai belum pasti akan membuka penerimaan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) hingga saat ini.

Hal itu belum dapat dilakukan Pemkab Sinjai karena untuk menggaji tenaga PPPK tersebut tidak dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2019 pada November tahun 2018 lalu.

Baca: Ini Upaya Pemda SInjai Atasi Potensi Kebocoran Anggaran

Baca: VIDIO: Persiapan Fest and Expo Kabupaten Sinjai 2019

"Kita belum pasti terima PPPK dan Pak Bupati masih menunggu petunjuk khusus dari pemerintah pusat soal seleksi tenaga PPPK di Sinjai," kata Kepala Pengelola Keuangan Daerah Pemkab Sinjai, Ratnawati, Senin (18/2/2019).

Jika menerima otomatis sudah harus menggaji mereka sementara Pemkab Sinjai tidak menganggarkan dalam APBD tahun 2019 ini.

Namun jika pemerintah pusat mengharuskan maka Pemkab Sinjai tidak menyeleksi yang jumlahnya lebih dari 700 orang yang tersebar di sejumlah instansi Pemkab di Sinjai secara keseluruhan. Melainkan hanya sebanyak kouta CPNS umum yang tidak terisi pada rekrutmen CPNS lalu 26 kuota.

Baca: PPK dan Pejabat Pengadaan Barang dan Jasa di Luwu Timur Diajari SPSE 4.3

Salah satu pertimbangan utama karena APBD Sinjai belum mempu menyokong untuk menggaji secara total. Ratnawati mengungkap bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sinjai tahun 2017 dan 2018 lalu hanya mampu capai kurang lebih Rp 70 milliar dan tahun ini ditargetkan Rp 80-90 miliar lebih, kata Ratnawati.

Sementara Kepala Badan Kepegawaian Pelatihan Sumber Daya Manusia Aparatur (BKPSDMA) Sinjai Haerani Dahlan menyampaikan bahwa pada seleksi CPNS umum lalu, Sinjai mendapat 250 kouta.

Dan hanya 224 kouta yang terpenuhi. Sedang formasi yang lowong peminatnya adalah tenaga dokter ahli dan beberapa formasi lainnya. Sementara kouta yang tidak terisi itu masih menunggu petunjuk pemerintah pusat, kata Haerani Dahlan.

Baca: TRIBUNWIKI: Ingin Ajak Bayi Spa atau Pijat? Ini 3 Baby Spa di Makassar

Ditempat terpisah salah seorang guru honor TK Satu Atap SDN 45 Lempangan Desa Puncak, Kecamatan Sinjai Selatan Risma berharap agar PPPK segera dibuka di Sinjai.

"Kami berharap pemerintah di Sinjai bisa membuka dan memanfaatkan peluang itu untuk merekrut kami," kata Risma yang sudah lebih belasan tahun mengabdi sebagai guru honor di sekolah tersebut.(*)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Syamsul Bahri

Penulis: Samsul Bahri
Editor: Hasrul
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved