Sinjai Tunggu Petunjuk Khusus Sebelum Terima Pegawai PPPK

Hal itu belum dapat dilakukan Pemkab Sinjai karena untuk menggaji tenaga PPPK tersebut tidak dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah

Sinjai Tunggu Petunjuk Khusus Sebelum Terima Pegawai PPPK
Samba/tribunsinjai.com
Kepala Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Ratnawati didampingi Kabag Humas Pemkab Sinjai sedang memberikan keterangan pers terkait perkembangan Sinjai akhir pekan lalu. 

TRIBUN TIMUR.COM, SINJAI UTARA - Pemerintah Kabupaten Sinjai belum memastikan untuk membuka penerimaan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Hal itu belum dapat dilakukan Pemkab Sinjai karena untuk menggaji tenaga PPPK tersebut tidak dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2019 pada November tahun 2018 lalu.

" Pak Bupati masih menunggu petunjuk khusus dari pemerintah pusat soal seleksi tenaga PPPK di Sinjai. Jika menerima otomatis sudah harus menggaji mereka sementara kami tidak anggarkan dalam APBD tahun 2019 ini," kata Kepala Pengelola Keuangan Daerah Pemkab Sinjai Ratnawati, Minggu (17/2/2019).

Dijelaskan bahwa kebijakan pemerintah pusat untuk menerima tenaga PPPK itu setelah Pemkab Sinjai bersama DPRD setempat membahas dan menetapkan APBD.

Namun jika pemerintah pusat mengharuskan maka Pemkab Sinjai tidak menyeleksi yang jumlahnya lebih dari 700 orang yang tersebar di sejumlah instansi Pemkab di Sinjai secara keseluruhan. Melainkan hanya kouta CPNS umum yang tidak terisi pada rekrutmen CPNS lalu 26 kuota.

Salah satu pertimbangan utama karena APBD Sinjai belum mempu menyokong untuk menggaji secara total. Ratnawati mengungkap bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sinjai tahun 2017 dan 2018 lalu hanya mampu capai kurang lebih Rp 74 milliar dan tahun ini ditargetkan Rp 80-90 miliar lebih, sedang APBD kata Ratnawati.

Sementara Kepala Badan Kepegawaian Pelatihan Sumber Daya Manusia Aparatur (BKPSDMA) Sinjai Haerani Dahlan menyampaikan bahwa pada seleksi CPNS umum lalu, Sinjai mendapat 250 kouta.

Sementara hanya 224 kouta yang terpenuhi. Sedang formasi yang lowong peminatnya adalah tenaga dokter ahli da beberapa formasi lainnya. Sementara kouta yang tidak terisi itu masih menunggu petunjuk pemerintah pusat, kata Haerani Dahlan.

Ditempat terpisah salah seorang guru honor TK Satu Atap SDN 45 Lempangan Desa Puncak, Kecamatan Sinjai Selatan Risma berharap agar PPPK segera dibuka di Sinjai.

" Kami berharap pemerintah di Sinjai bisa membuka dan memanfaatkan peluang itu untuk merekrut kami," kata Risma yang sudah lebih belasan tahun sebagai guru honor di sekolah tersebut. (*)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Syamsul Bahri
IG Sambah Sambahrii

Penulis: Samsul Bahri
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved