Menteri Pendidikan dan Kebudayaan: 155 Ribu Guru Honorer Prioritas Masuk P3K

"Pada tahun terakhir jabatan ini, saya akan memenuhi janji memperbaiki masalah yang dihadapi para guru," tambahnya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan: 155 Ribu Guru Honorer Prioritas Masuk P3K
saldi/tribuntimur.com
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendi, didampingi Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, melepas peserta Jalan Sehat Gebyar Pendidikan, di Lapangan Hasanuddin Makassar, Minggu (17/2/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendi, didampingi Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, melepas peserta Jalan Sehat Gebyar Pendidikan di Lapangan Hasanuddin Makassar, Minggu (17/2/2019).

Dalam kesempatan itu, Muhadjir berjanji akan menuntaskan seluruh persoalan yang dihadapi guru saat ini, salah satunya dengan status yang belum mengikat.

Baca: Pastikan Kampanye Caleg Aman, Polres Maros Turunkan Ratusan Personel

Baca: Dihapus Instagram, inilah Video Viral Ustad Yusuf Mansur Hendak Cium Tangan Habib Rizieq Shihab

Terkait dengan itu, pada tahun 2019 ini, Muhadjir membeberkan bahwa sebanyak 155 ribu guru honorer bakal diprioritaskan mengikuti program Pegawai Pemerintah melalui Perjanjian Kerja (P3K).

"Program PPPK hanya untuk para guru honorer. Semoga ini bisa memotivasi para guru honorer untuk semangat dalam mendidik generasi bangsa," tegasnya.

Baca: Danny: Guru Adalah Pondasi Kuat Bagi Generasi Pelanjut

Ia bahkan berjanji bakal mengangkat seluruh guru honorer menjadi ASN. "Seluruh guru honorer bakal diangkat sampai habis. Memang bakal membutuhkan waktu dua hingga tiga tahun ke depan. Namun menurutnya ini ini sudah masuk dalam program prioritas pemerintah.

Baca: 48 Ribu Warga Makassar Belum Rekam e-KTP, Disdukcapil Buka Layanan di Hari Libur

Selama empat tahun terakhir, Muhadjir mengungkapkan, dunia pendidikan sudah semakin maju.

Secara infrastruktur, banyak sekolah rusak yang sudah dibangun. Tak hanya itu, sebanyak 117 ribu guru sudah diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di tahun 2018.

"Pada tahun terakhir jabatan ini, saya akan memenuhi janji memperbaiki masalah yang dihadapi para guru," tambahnya.(*)

Penulis: Saldy Irawan
Editor: Hasrul
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved