Di Gebyar Pendidikan, NA Tekankan Lawan Hoax, Menteri Janji ASNkan Honorer

Jelang momentum Pilpres dan Pileg 2019, ia meminta agar guru dan pelajar bisa menempatkan diri sesuai dengan koridornya.

Di Gebyar Pendidikan, NA Tekankan Lawan Hoax, Menteri Janji ASNkan Honorer
Saldy/Tribun Timur
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulsel menyelenggarakan Gebyar Pendidikan yang dipusatkan di Lapangan Hasanuddin, Jl Jend Sudirman, kota Makassar, Minggu (17/2/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulsel menyelenggarakan Gebyar Pendidikan yang dipusatkan di Lapangan Hasanuddin, Jl Jend Sudirman, kota Makassar, Minggu (17/2/2019).

Hadir dalam kegiatan ini, Menteri Pendidikan RI Muhadjir Efendi Gubernur Sulsel Prof HM Nurdin Abdullah, Walikota Makassar Danny Pomanto, Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Wakil Walikota Makassar Syamsu Rizal, Kadis Pendidikan Sulsel Irman Yasin Limpo, Kadis Pendidikan Makassar Rahman Bando, dan Forkopimda Sulsel.

Kegiatan ini dihadiri para pelajar, guru hingga kepala sekolah. Berbagai kegiatan yang diadakan diantaranya Jalan Sehat, Padua Suara, Pameran Karya Pelajar, dan Tarian.

Baca: Menteri Pendidikan RI Hadiri Gebyar Pendidikan di Makassar

Baca: Nurdin Abdullah Janji Bangun Sirkuit Balap di Sudiang, Menurut Anda?

Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah dalam sambutannya menekankan kepada para insan pendidikan untuk tidak terlibat dalam politik praktis, apalagi membawa issu politik masuk ke sekolah.

Jelang momentum Pilpres dan Pileg 2019, ia meminta agar guru dan pelajar bisa menempatkan diri sesuai dengan koridornya.

"Kita berharap insan pendidikan di Makassar dan Sulsel ikut mengawal tahun politik dengan sebaik-baiknya demi menjaga keberlangsungan kepemimpinan nasional. Kaum terdidik juga diharap tidak mudah terprovokasi oleh fitnah dan ujaran kebencian yang begitu kencang di tahun politik ini," katanya.

Selain itu ia juga berpesan agar seluruh kaum terdidik untuk tidak Golput.

Sementara itu, Mendikbud Muhadjir Efendi menyatakan bahwa saat ini dunia pendidikan sudah semakin maju. Secara infrastruktur, banyak sekolah rusak yang sudah dibangun. Tak hanya itu, sebanyak 117 ribu guru sudah diangkat menjadi ASN di tahun 2018.

“Pada tahun terakhir jabatan ini, saya akan memenuhi janji memperbaiki masalah yang dihadapi para guru. Pada tahun 2019 ini, sebanyak 155 ribu guru honorer bakal diprioritaskan mengikuti program PPPK atau menjadi Pegawai Pemerintah melalui Perjanjian Kerja. Pendaftaran bakal dibuka bulan Feberuari ini. Program PPPK hanya untuk para guru honorer,” kata Mendikbud Muhadjir Effendi.

Mendikbud bahkan berjanji bakal mengangkat seluruh guru honorer menjadi ASN.

“Seluruh guru honorer bakal diangkat sampai habis. Memang bakal membutuhkan waktu 2-3 tahun ke depan, tapi pemerintah pasti akan merealisasikannya jika tetap diberi amanah untuk memimpin,” kata Muhadjir disambut tepuk-tangan para guru dari berbagai kabupaten di Sulsel yang hadir. (sal)

TRIBUN-TIMUR.COM,Saldy

 Baca: RESMI di Indonesia, Samsung Galaxy M20 Dijual Seharga Rp 2 Jutaan, Apa Kabar Xiaomi Redmi Note 7?

Baca: Login ssp3k.bkn.go.id Daftar Online PPPK Tahap 1 Terakhir Hari Ini, Syarat Terbaru, Alur & Dokumen

(*)

Penulis: Saldy Irawan
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved