Penyebar Video Asusila di Majene Ini Terancam Enam Tahun Penjara

Beberapa pekan terakhir jagat dunia maya Majene dihebohkan dengan Video Asusila yang dilakukan oknum berseragam sekolah.

Penyebar Video Asusila di Majene Ini Terancam Enam Tahun Penjara
TRIBUN TIMUR/EDYATMA JAWI
Tersangka perekaman dan penyebar video asusila saat press release di Mapolres Majene, Jumat (15/2/2019) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAJENE -- Beberapa pekan terakhir jagat dunia maya Majene dihebohkan dengan Video Asusila yang dilakukan oknum berseragam sekolah.

Potongan video dan screenshotnya menyebar luas di media sosial facebook dan whatsapp. Hal ini menjadi perbincangan panjang pengguna media sosial.

Selasa (12/2/2019), Tim Passaka Polres Majene berhasil membekuk tersangka perekam dan penyebar Video Asusila yang meresahkan ini.

Baca: Pernah Ditantang Jokowi soal Bocornya Anggaran Rp 500 T, Prabowo: Banyak Sekali Bukti di KPK dan BPK

Baca: Prokontra KH Hanief Keberatan Prabowo Jumatan di Masjid Agung, Sebar Pamflet Hingga Reaksi Tim No 2

Baca: Lowongan Kerja PT KAI untuk Lulusan SMA Sederajat, Gaji Rp 6,5 Juta, Segera Daftar, Sisa 2 Hari

Pelaku bernama Muh Armin alias Anto (38). Ia merupakan tukang parkir yang tinggal di Lingkungan Lembang Dhua, Kelurahan Lembang, Kecamatan Banggae Timur, Majene.

Kasatreskrim Polres Majene, AKP Pandu Arief Setiawan menjelaskan, saat penangkapan, beberapa rekan Armin juga ikut digelandang.

"Tim Passaka berhasil mengamankan beberapa orang terkait penyebaran video dan gambar bermuatan asusila melalul media sosial," ungkap AKP Pandu Arief Setiawan melalui rilisnya, Jumat (15/2/2019).

Tersangka merupakan tukang parkir di kawasan wisata pantai di Majene. Ia merekam aksi tak senonoh itu, Kamis 24 Januari lalu.

Rekaman video itu lalu dibagikan pada temannya melalui akun facebook dan whatsapp. Rekaman video dan screenshot potongan video tersebut tersebar luar di berbagai media sosial beberapa pekan terakhir.

Kata AKP Pandu, terangkat diduga kuat melanggar pasal 27 ayat 1 Jo Pasal 45 Ayat 1 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Sebab tanpa hak mendistribusikan, mentransmisikan dan atau membuat dapat diaksesnya informasi atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar asusila.

"Dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar," pungkasnya. (Tribun Majene.com)

Laporan Wartawan Tribun Timur, @edyatmajawi

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :

Follow juga akun instagram tribun-timur.com:

 

(*)

Penulis: edyatma jawi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved