Dianiaya Teman Kerja, Pegawai DLH Kota Palopo Lapor Polisi

Warga Perumnas Palopo ini tiba-tiba dipukul hingga helm yang digunakan hancur. Mata kirinya memar. Korban juga diancam menggunakan parang.

Dianiaya Teman Kerja, Pegawai DLH Kota Palopo Lapor Polisi
TRIBUN TIMUR/HAMDAN SOEHARTO
Pegawai Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palopo, Susanti (33), dianiaya teman kerjanya berinisial BT (33) di Jl Balaikota, Samping Lapangan Gaspa, Kecamatan Wara, Kota Palopo, Jumat (15/2/2019). Warga Perumnas Palopo ini tiba-tiba dipukul hingga helm yang digunakan hancur. Mata kirinya memar. Korban juga diancam menggunakan parang. 

TRIBUNPALOPO.COM, WARA - Pegawai Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palopo, Susanti (33), dianiaya teman kerjanya berinisial BT (33) di Jl Balaikota, Samping Lapangan Gaspa, Kecamatan Wara, Kota Palopo, Jumat (15/2/2019).

Warga Perumnas Palopo ini tiba-tiba dipukul hingga helm yang digunakan hancur. Mata kirinya memar. Korban juga diancam menggunakan Parang.

"Saya naik motor tiba-tiba diberhentikan. Saya langsung dipukul. Dia bawa parang dibalut sarung," katanya.

Baca: Pernah Ditantang Jokowi soal Bocornya Anggaran Rp 500 T, Prabowo: Banyak Sekali Bukti di KPK dan BPK

Baca: Prokontra KH Hanief Keberatan Prabowo Jumatan di Masjid Agung, Sebar Pamflet Hingga Reaksi Tim No 2

Baca: Lowongan Kerja PT KAI untuk Lulusan SMA Sederajat, Gaji Rp 6,5 Juta, Segera Daftar, Sisa 2 Hari

Susanti mengatakan, ia dipukul lantaran dituduh telah menceritakan sesuatu yang tidak-tidak kepada istri pelaku. Namun tuduhan itu tidak benar, karena dia sama sekali tidak pernah menjalin komunikasi dengan istri pelaku.

"Dia kira saya sudah cerita salah-salah dengan istrinya. Itu tidak benar dia kayanya salah orang. Saya tidak pernah Komunikasi dengan Istrinya," tuturnya.

Susanti merasa keberatan, bersama keluarganya, Ia berada di Mapolres Palopo untuk melaporkan kejadian itu.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Palopo, AKP Ardy Yusuf, mengatakan akan melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

Dirinya akan melakukan pemeriksaan dengan memanggil saksi-saksi dan mendengarkan permasalahan dari kedua belah pihak.

"Kita akan periksa dulu. Panggil terlapor, panggil saksi. Kita harus mendengarkan penjelasan kedua belah pihak," katanya.

Hingga berita ini diturunkan, korban masih berada diruang SPKT Mapolres Palopo, Jl Opu To Sappaile, Kecamatan Wara, Kota Palopo.

Laporan Wartawan TribunPalopo.Com, @hamdansoeharto_

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :

Follow juga akun instagram tribun-timur.com:

 

(*)

Penulis: Hamdan Soeharto
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved