Cara Kadis Pemberdayaan Perempuan Sinjai Cegah Pernikahan Dini 

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak di Sinjai Mas Ati fokus sosialisasi pencegahan kekerasan anak dan perempuan di Sinjai.

Cara Kadis Pemberdayaan Perempuan Sinjai Cegah Pernikahan Dini 
TRIBUN TIMUR/SYAMMSUL BAHRI
Bupati Sinjai, Andi Seto Gadhista Asapa berfoto bersama Kadis Pemberdayaan Perempuan Mas Ati dan pegawai lainnya usai rapat koordinasi DP3AP2KB (Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB) di ruang pola kantor Bupati lama, Kamis (14/2/2019). 

TRIBUN TIMUR.COM, SINJAI UTARA - Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak di Sinjai, Sulawesi Selatan Mas Ati fokus sosialisasi pencegahan kekerasan anak dan perempuan di Sinjai.

Mas Ati mengungkapkan bahwa terpaksa dilakukan karena kerap dipusingkan dengan permasalahan Pernikahan Dini anak di bawah umur dan aksi kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur di Sinjai.

Atas berbagai peristiwa masalah anak dan kaum perempuan, Mas Ati mengubah cara kerjanya.

Baca: Pernah Ditantang Jokowi soal Bocornya Anggaran Rp 500 T, Prabowo: Banyak Sekali Bukti di KPK dan BPK

Baca: Prokontra KH Hanief Keberatan Prabowo Jumatan di Masjid Agung, Sebar Pamflet Hingga Reaksi Tim No 2

Baca: Lowongan Kerja PT KAI untuk Lulusan SMA Sederajat, Gaji Rp 6,5 Juta, Segera Daftar, Sisa 2 Hari

Masalah kekerasan perempuan dan pencabulan anak dan anak nikah dibawah umur membuat kerja ekstra dan Mas Ati bersama pegawai lainnya harus rubah pola.

"Jadi biasa kami tidak diundang, tetapi kami tawarkan diri masuk sosialisasi ke kelompok warga soal antisipasi kekerasan anak dan perempuan termasuk soal nikah dini," kata Mas Ati saat bertemu Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Sinjai Abd Hafid Talla dan wartawan sesaat mengikuti rapat persiapan HUT ke - 455 Sinjai di Kantor Bupati Sinjai, Kamis (14/2/2019).

Oleh Pengadilan Agama Sinjai merilis 78 kasus pasangan telah melalui sidang kompensasi pada tahun 2018 lalu. Ke 78 pasangan itu menikah pada usia dini.

Terpisah Bupati Sinjai, Andi Seto Gadhista Asapa menghadiri rapat koordinasi DP3AP2KB (Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB) di ruang pola kantor Bupati lama, Kamis (14/2/2019).

Seto dalam kesempatan itu berharap agar lembaga Pemberdayaan Perempuan dapat mendorong kemandirian yang berkeadilan dan religius kepada kaum perempuan melalui sumberdaya manusia yang unggul dan berdaya saing.

" Kepada para penyuluh untuk memiliki tanggung jawab meningkatkan sumber daya manusia yang ada di Kabupaten Sinjai ini, karna penyuluh yang hadir ini pastinya bersentuhan langsung dengan masyarakat khususnya di desa-desa, dengan cara ini tentu bisa membantu pemerintah daerah dalam mewujukan visi dan misi pemerintahan.

Sehingga kedepan bukan lagi membicarakan yang namanya KB saja tetapi juga diharapkan pengembangan dan pengendalian khususnya buat ibu-ibu mudah-mudahan bisa di berikan pengetahuan, harap Seto. (*)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Syamsul Bahri IG. @Sambah Sambahrii

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :

Follow juga akun instagram tribun-timur.com:

 

(*)

 
Penulis: Samsul Bahri
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved