News Manager Tribun Timur Pemateri Pelatihan Jurnalistik Dosen Unibos

Kegiatan yang berkerjasama Bosowa Education ini tidak hanya melibatkan dosen Unibos sebagai peserta, tetapi juga tenaga pengajar dari Politeknik

News Manager Tribun Timur Pemateri Pelatihan Jurnalistik Dosen Unibos
sukmawati/tribun-timur.com
Universitas Bosowa (Unibos) gelar pelatihan jurnalistik bagi dosen muda. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Sukmawati Ibrahim

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sebagai salah satu program kehumasan, Universitas Bosowa (Unibos) gelar pelatihan jurnalistik bagi dosen muda.

Kegiatan yang berkerjasama Bosowa Education ini tidak hanya melibatkan dosen Unibos sebagai peserta, tetapi juga tenaga pengajar dari Politeknik Bosowa dan Bosowa School Makassar.

Kegiatan yang dihadiri 50 peserta sebagai perwakilan pada setiap unit dan fakultas ini dibuka oleh Wakil Rektor II Unibos, Dr Mas’ud Muhammadiyah, MSi di Auditorium Aksa Mahmud Lantai 9 Gedung II Unibos.

Dr Mas’ud Muhammadiyah, MSi yang juga memiliki pengalaman dalam bidang jurnalistik berpesan agar tenaga pengajar dapat memahami teknik-teknik penulisan yang pada dasarnya memang berbeda dari beberapa jenis publikasi yang biasanya dilakukan dosen sebelumnya.

"Dosen untuk hal menulis pasti tidak asing lagi. Apa lagi untuk publikasi yang sifatnya ilmiah seperti jurnal, artikel dan lain-lain. Tetapi dalam penulisan news, opini dan citizen tentunya memiliki gaya dan pola yang berbeda," katanya melalui rilisnya, Kamis (14/2/2019).

"Dan inilah yang harus dipahami agar bagaimana suatu topik dan isu yang telah ditulis sebelumnya tidak hanya dipublikasi secara khusus tetapi juga dapat menjadi konsumsi masyarakat dan pesannya tersampaikan dengan baik," lanjut kata Wakil Rektor II Universitas Bosowa.

Dalam pelatihan jurnalistik ini turut menghadirkan Jumadi Mappanganro MIKom sebagai pemateri.

Jum sapaan Jumadi selaku news manager Tribun Timur memberikan pemaparan terkait teknik penulisan dan hal-hal penting yang harus diperhatikan agar publikasi tersebut tersampaikan dengan baik.

“Sebenarnya teknik penulisannya tidak jauh beda. Tentunya harus ada judul utama, sub judul, topik dengan piramida terbalik," katanya.

"Tetapi diluar itu yang perlu diperhatikan adalah penggunaan kalimat yang tidak memiliki arti yang sulit dimengerti publik, harus jelas, tidak mengintimidasi dan bersifat menimbulkan konflik dan tentunya harus peka melihat isu yang “seksi” dimata masyarakat saat ini," tutur News Manager Tribun Timur ini.

Laporan Wartawan @umhaconcit

Penulis: Sukmawati Ibrahim
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved