Mahasiswa Majene Unjuk Rasa, Bakar Ban Desak Pencopotan Kapolres Kota Balikpapan

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam solidaritas perjuangan mahasiswa Majene berunjuk rasa di depan tugu juang Pusat Pertokoan, Majene

Mahasiswa Majene Unjuk Rasa, Bakar Ban Desak Pencopotan Kapolres Kota Balikpapan
TRIBUN TIMUR/EDYATMA JAWI
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam solidaritas perjuangan mahasiswa Majene berunjuk rasa di depan tugu juang Pusat Pertokoan, Majene, Sulbar, Kamis (14/2/2019). Mahasiswa dari berbagai organisasi cipayung plus ini mengutuk pemukulan mahasiswa Balikpapan saat unjuk rasa, Senin (11/2/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAJENE -- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam solidaritas perjuangan mahasiswa Majene berunjuk rasa di depan tugu juang Pusat Pertokoan, Majene, Sulbar, Kamis (14/2/2019).

Mahasiswa dari berbagai organisasi cipayung plus ini mengutuk pemukulan mahasiswa Balikpapan saat unjuk rasa, Senin (11/2/2019).

Massa berjumlah 50 orang lebih ini berasal dari berbagai organisasi kemahasiswaan. Diantaranya, GMNI, HmI, PMII, LMND, GMKI, LSUP dan berbagai organisasi kedaerahan.

Baca: 13 Daftar Ucapan dan Kata Mutiara Valentine Day Sangat Romantis untuk Pasangan Cocok di IG, WA & FB

Baca: Meski Menangis, Jaksa Tetap Minta Hakim Tuntut Istri Bos Abu Tour Dihukum 20 Tahun Penjara

Baca: Reino Barack dan Syahrini Dikabarkan Segera Menikah, Inilah Pengakuan Blak-blakan Petugas KUA Yasmin

Mahasiswa menutup sebagian badan jalan. Lalu membuat barisan melingkar di tengah jalan.

Mereka membawa berbagai macam atribut unjuk rasa. Serta spanduk bertuliskan kecaman terhadap tindakan represif Kepolisian terhadap mahasiswa Balikpapan.

Selain itu, demonstran juga membawa keranda bertuliskan matinya demokrasi. Keranda itu berisi ban bekas dan ditempatkan di tengah barisan.

Keranda dan ban bekas ini dibakar. Sambil mereka berorasi dan meneriakkan kecaman terhadap Kepolisian.

Aksi pembakaran ban ini menyebabkan asap hitam mengepul tinggi. Aksi mereka juga menyebabkan arus lalu lintas pun terganggu.

Kepolisian yang mengawal aksi tidak melakukan tindakan pencegahan terhadap aksi bakar ban. Puluhan personel Polisi hanya berjaga di sekeliling massa pengunjuk rasa.

Massa aksi, Nanda Haedar mengatakan, unjuk rasa itu sebagai wujud perlawanan terhadap tindakan kekerasan Kepolisian Resort Kota Balikpapan terhadap mahasiswa saat unjuk rasa, Senin (11/2/2019) lalu. Mereka mendesak, Kapolres Kota Balikpapan dicopot.

"Termasuk seluruh oknum Polisi yang melakukan pemukulan terhadap mahasiswa di Balikpapan," pungkasnya. (Tribunmajene.com)

Laporan Wartawan Tribun Timur, @edyatmajawi

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :

Follow juga akun instagram tribun-timur.com:

V

Penulis: edyatma jawi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved