Hasil Musrembang, Sungai Malili Jadi Fokus Pembangunan Pemkab Luwu Timur

Pembangunan wisata Sungai Malili akan menjadi fokus Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur periode tahun 2019-2020.

Hasil Musrembang, Sungai Malili Jadi Fokus Pembangunan Pemkab Luwu Timur
TRIBUN TIMUR/IVAN ISMAR
Musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Malili di Kantor Camat Malili, Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (14/2/2019). 

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Pembangunan wisata Sungai Malili akan menjadi fokus Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur periode tahun 2019-2020.

Termasuk penataan Tanggul Sungai Malili guna meningkatkan sektor perekonomian warga dari wisatawan. Sungai Malili memisahkan Kelurahan Malili dan Desa Wewangriu.

Demikian terungkap dalam musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Malili di Kantor Camat Malili, Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (14/2/2019).

Baca: 13 Daftar Ucapan dan Kata Mutiara Valentine Day Sangat Romantis untuk Pasangan Cocok di IG, WA & FB

Baca: Meski Menangis, Jaksa Tetap Minta Hakim Tuntut Istri Bos Abu Tour Dihukum 20 Tahun Penjara

Baca: Reino Barack dan Syahrini Dikabarkan Segera Menikah, Inilah Pengakuan Blak-blakan Petugas KUA Yasmin

Sebagai informasi, Sungai Malili juga terdapat bangkai kapal perang Jepang. Panjang bangkai kurang lebih 30 meter.

Bagian haluan kapal tidak terlihat, karam. Sedangkan buritan dan sebagian lambung serta geladak masih nampak.

Besi menara pemantau kapal masih menjulang ke udara. Di bagian dek kapal, terdapat meriam. Meriam terlihat jelas saat air sungai lagi surut.

Tentara Jepang meninggalkan kapal tersebut menyusul serangan nuklir Amerika Serikat ke Hiroshima dan Nagasaki Jepang pada tahun 1945 silam.

Camat Malili, Nur Syaifullah Rahman mengatakan sebanyak 189 kegiatan akan dilaksanakan di Kecamatan Malili dengan anggaran sebesar Rp 146.3 miliar.

Itu berdasarkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Kecamatan Malili untuk tahun 2019. Di musrembang ini, Kecamatan Malili mengusul 105 usulan prioritas untuk tahun 2020.

"Setiap desa mengusulkan tujuh usulan kegiatan prioritas sehingga totalnya mencapai 105 usulan kegiatan," kata Nur Syaifullah.

Musrenbang guna mengakomodir berbagai aspirasi warga yang diserasikan dengan kebijakan dan program pembangunan pemerintah dan analisis bidang pembangunan.

Hadir diantaranya Asisten I Bidang Pemerintahan, Dohri As'ari, Wakil Ketua 1 DPRD Luwu Timur, Muh Siddiq BM, anggota dewan, Andi Endhy B Shin Go dan Harisah.

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :

Follow juga akun instagram tribun-timur.com:

V

Penulis: Ivan Ismar
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved