Pemekaran Kabupaten Luwu Tengah, Gubernur Sulsel: Saya 1000 Persen Setuju

Hal tersebut diungkapkan Prof Andalan sapaan akrab Gubernur Sulsel saat menghadiri acara Hari Jadi Ke-13 Kota Belopa sebagai ibu kota Kabupaten Luwu

Pemekaran Kabupaten Luwu Tengah, Gubernur Sulsel: Saya 1000 Persen Setuju
desy arsyad/tribunluwu.com
Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah di Belopa. 

TRIBUNLUWU.COM, BELOPA - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof Nurdin Abdullah, menanggapi tuntutan masyarakat Kabupaten Luwu soal pemekaran Luwu Tengah.

Hal tersebut diungkapkan Prof Andalan sapaan akrab Gubernur Sulsel saat menghadiri acara Hari Jadi Ke-13 Kota Belopa sebagai ibu kota Kabupaten Luwu, di Lapangan Andi Djemma, Belopa, Rabu (13/2/2019).

Dia mengatakan jika Daerah Otonomi Baru (DOB) saat ini masih terikat moratorium.

Dan tuntutan masyarakat Luwu Raya, khususnya Kabupaten Luwu itu sudah disampaikan ke Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Palopo beberapa waktu lalu.

"Saksinya itu wali kota. Jadi beliau mengatakan, kita coba mencari jalan. Tapi moratorium tidak dicabut. Karena kalau moratorium dicabut ada 100 lebih daerah yang minta mekar," ujarnya.

Akan tetapi pemekaran Luwu Tengah di Walenrang-Lamasi (Walmas) ini sudah menjadi kebutuhan masyarakat.

Dimana masyarakat kesulitan mendapatkan pelayanan seperti administrasi kependudukan (aminduk).

Karena pusat pelayanan berada sekitar 90 hingga ratusan kilometer dari Kota Belopa ibu kota Kabupaten Luwu.

"Ini sudah jadi kebutuhan soal pelayanan, jadi kita sangat paham ini. Dan saya 1.000 persen setuju," tuturnya.

Laporan Wartawan TribunLuwu.com, @desy_arsyad

Penulis: Desy Arsyad
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved