Perjalanan Bisnis Owner Warkop 189 Sinjai Dari Jual Ikan Hingga Ditipu Rp 300 Juta

Hasil dari penjualannya itu dinilai cukup minim. Bahkan hanya cukup untuk biaya hidup untuk sebulan.

Perjalanan Bisnis Owner Warkop 189 Sinjai Dari Jual Ikan Hingga Ditipu Rp 300 Juta
handover
Owner Warkop Basuki 189 Sinjai Zahrani (paling depan).

TRIBUN-TIMUR.COM, SINJAI UTARA- Dibalik kesuksesan pemilik Warkop 189 Jl Basuki Rahmat Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan Zahrani (42) terdapat kisah perjuangan masa sulit ia lalui.

Awalnya Zahrani hanya sebagai pengusaha ikan. Zahrani membeli ikan dari nelayan di Lappa Sinjai.

Sedang suaminya Rahmat Kurnia memasarkan ke beberapa daerah di Sulawesi Selatan seperti Pinrang, Sidrap, Soppeng, Wajo, Luwu, Bulukumba, Gowa dan sejumlah daerah lainnya pada tahun 2000 lalu.

Baca: Bupati Sinjai Minta Panitia Expo 2019 Tidak Perjual Belikan Stand Pameran

Baca: Najwa Shihab Sindir Mantan Jubir KPK Johan Budi: Masuk ke Institusi yang Banyak KPK Tangkapin?

Hasil dari penjualannya itu dinilai cukup minim. Bahkan hanya cukup untuk biaya hidup untuk sebulan.

Zahrani bersama suaminya kala itu meminjam modal di Bank BRI di Sinjai dengan harapan agar usaha jual ikannya makin besar dan mampu mepekerjakan banyak orang.

Mereka pun sepakat meminjam uang di bank pemerintah tersebut sebesar Rp 300 juta. Tahun pertama dana itu dimanfaatkan dengan baik, angsuran pun lancar ke bank tersebut.

Dan tahun selanjutnya Zahrani-Rahmat Kurnia membangun kerjasama dengan seorang pengusaha ikan asal Kabupaten Kepulauan Selayar. Pengiriman ikan pertama dan ke dua disebut lancar.

Baca: Siswa Pengeroyok Bujang Sekolah di Takalar Ditentukan Hari Ini

Dan rencana pengiriman ikan ke tiganya, oknum pengusaha itu sudah tidak tampak lagi hingga sebagian dari uang Rp 300 juta itu tidak dikembalikan ke Zahrani.

"Akibatnya kami merugi dan uang Rp 300 juta di bank itu tetap kami harus bayar angsurannya, pahit memang tapi itulah namanya usaha, tidak semua orang jujur dan Allah bisa balas kebaikan dan perjuangan itu yabg lebih baik lagi," ungkap Zahrani kepada Tribun, Senin (11/2/2019.

Karena uang modalnya sudah hilang dibawa oknum warga asal Selayar tersebut. Zahriani buka usaha jual kue. Separuh dijual dikiosnya di Jl Basuki Rahmat, Sinjai, separuh didagangkan dan dititip ke kios warga di Sinjai. Sementara suaminya Rahmat Kurnia membuka usaha cuci mobil.

Baca: Pelaku Penikaman di Pasar Dapoko Bantaeng Menyerahkan Diri

Halaman
12
Penulis: Samsul Bahri
Editor: Hasrul
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved