Diupah Rp 1,2 Juta Per Bulan, Buruh Gudang 88 Demo di Kantor Bupati

Buruh protes dengan upah yang diberlakukan oleh perusahaan yang ada di komplek pergudangan 88 Kecamatan Marusu.

Diupah Rp 1,2 Juta Per Bulan, Buruh Gudang 88 Demo di Kantor Bupati
Ansar/Tribunmaros.com
Gabungan Serikat Buruh Nusantara (GSBN) yang dipimpin oleh koordinator aksi, Ari Mustari berdemo di depan kantor Bupati Maros, jalan Jenderal Sudirman. 

TRIBUN MAROS.COM, TURIKALE - Gabungan Serikat Buruh Nusantara (GSBN) yang dipimpin oleh koordinator aksi, Ari Mustari berdemo di depan kantor Bupati Maros, jalan Jenderal Sudirman, Selasa (12/2/2019).

Buruh protes dengan upah yang diberlakukan oleh perusahaan yang ada di komplek Pergudangan 88 Kecamatan Marusu.

Buruh tersebut tidak menerima lantaran diupah Rp 1,2 juta perbulan. Upah tersebut jauh dibawah UMP. Mereka sudah beberapa kali dijanji untuk dinaikan upahnya, namun perusahaan tidak merealisasikannya.

Baca: Dinilai Mubazir, Disbudpar Maros Akan Kelola Gedung Pusat Oleh-oleh

Baca: Kapolres Maros Kumpulkan Politisi di Hotel, Ada Apa ?

Baca: Target PAD Rp 9 M, Disbudpar Maros Libatkan UMKM

"Kami hanya diupah Rp 1,2 juta perbulan. Upah itu tidak cukup. Hampir semua buruh, sudah berkeluarga. Uang itu hanya cukup untuk digunakan masing-masing buruh. Terus bagaimana dengan keluarga kami," kata Ari

Pendemo mendesak Pemkab Maros, khususnya Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans), supaya memperketat pengawasan.

Jika tidak, perusahaan yang di komplek pergudangan 88, berlakukan upah dibawah minimum. Perusahaan leluasa mengupah buruh, lantaran tidak diawasi.

"Kami minta Pemkah supaya turun lapangan, dan melakukan pengawasan terhadap perusahaan di kawasan Pergudangan 88 Marusu," katanya.

Rerata perusahaan di 88 melakukan pelanggaran dari segi perizinan maupun ketenagakerjaan. Pimpinan perusahaan, hanya mau meraup keuntungan banyak, sementara nasib buruh tidak diperhatikan.

Massa diterima oleh Kepala Dianakertrans, Muh Ferdiansyah di gedung Baruga kantot Bupati Maros. Ferdi mempersilahkan buruh masuk ke kantor bupati, untuk memperjelas tuntutannya.

Pada saat pertemuan berlangsung, tiba - tiba terjadi aksi perdebatan antara kelompok GSBN dengan buruh SPSI Maros yang dipimpin oleh Aswar.

Perdebatan tersebut diamankan oleh pihak Kepolisian dan Satpol PP. SPSI kemudian meninggalkan ruang Baruga. SPSI diduga berpihak kepada perusahaan 88.

 Baca: Bocoran Tampang Livina Terbaru Kembaran Mitsubishi Xpander, Sudah Bisa Dipesan Sekarang, Harga?

Baca: Login di sscasn.bkn.go.id Hari ini: Ini Rincian Lengkap Formasi, Persyaratan & Cara Daftar PPPK/P3K

Baca: Alasan Driver Ojol Tolak 8 Jam Kerja Sehari Saat Uji Publik Rancangan Permenhub & Reaksi Ahmad Yani

(*)

Penulis: Ansar
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved