Warga Rampi Luwu Utara Gotong Jenazah 45 Km karena Ongkos Pesawat Rp 50 Juta

Keluarga awalnya ingin membawa jenazah Renti ke Rampi menggunakan pesawat perintis dari Bandara Andi Djemma Masamba.

Warga Rampi Luwu Utara Gotong Jenazah 45 Km karena Ongkos Pesawat Rp 50 Juta
chalik/tribunlutra.com
Warga Rampi, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, menggotong jenazah Renti Tanta sejauh 45 kilometer.

TRIBUNLUTRA.COM, RAMPI - Menandu jenazah keluarga dengan berjalan kaki sejauh 45 kilometer kembali dilakukan puluhan warga Kecamatan Rampi, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Mereka menandu jenazah Renti Tanta warga Desa Tedeboe dari wilayah Desa Badangkaia, Kecamatan Lore, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, karena tak mampu membayar sewa pesawat.

"Ditandu sehari dengan jarak sekitar 45 kilometer. Melalui hutan belantara yang penuh dengan terowongan dan tanjakan," ujar warga Rampi, Frans, Senin (11/2/2019).

Menurut Frans, Renti meninggal dunia di RSUD Andi Djemma Masamba pada Kamis 7 Februari 2019.

Keluarga awalnya ingin membawa jenazah Renti ke Rampi menggunakan pesawat perintis dari Bandara Andi Djemma Masamba.

"Tapi tarifnya sangat mahal, Rp 50 juta. Di mana kita mau ambil uang," ujar Frans.

Pun dengan jalur darat dari Masamba tidak dapat dilakukan karena akses jalan hanya dapat dilalui menggunakan motor modifikasi.

Keluarga berunding dan memutuskan membawa jenazah ke Badangkaia menggunakan ambulans bantuan pemerintah kecamatan, Kamis malam.

"Perjalan dari Masamba ke Badangkaia sekitar delapan jam," kata Frans.

Sampai di Badangkaia, Jumat (8/2/2019) pagi, jenazah tidak langsung digotong karena menunggu keluarga dari Rampi.

"Nanti digotong pada hari Sabtu (9/2/2019) setelah warga dari Rampi tiba. Karena dibutuhkan banyak tenaga," kata dia.(TribunLutra.com)

Laporan Wartawan TribunLutra.com, @chalik_mawardi_sp

Penulis: Chalik Mawardi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved