Tersangka Perdagangan Perempuan di Gowa Jual Korbannya Rp 250 ribu

Kedua perempuan tersebut dibawa ke Kabupaten Pangkep dan dipekerjakan sebagai pelayan kafe remang-remang yang melayani tamu minum

Tersangka Perdagangan Perempuan di Gowa Jual Korbannya Rp 250 ribu
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Tiga tersangka perdagangan manusia di perlihatkan saat Press Conference di Satreskrim Polres Gowa, Jl. Syamsuddin Tunru, Sungguminasa, Gowa, Senin (11/02). Satreskrim Polres Gowa berhasil mengungkap kasus perdagangan manusia (Human Trafficking) yang menimpa dua orang korban yaitu gadis asal Gowa yang masih di bawah umur DN (17) dan NA (18) keduanya diperdagangkan oleh tersangka Amir Bin Ambo (34), Muh Saing (23), serta NR (17 tahun), untuk dipekerjakan sebagai pelayan kafe remang-remang di Kabupaten Pangkep, bermodal iming-iming gaji sebesar Rp500 ribu per minggu. 

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA - Satreskrim Polres Gowa berhasil menyelamatkan dua perempuan asal Kabupaten Gowa, DN (17 tahun) dan NA (18) yang menjadi korban perdagangan perempuan.

Kedua perempuan tersebut dibawa ke Kabupaten Pangkep dan dipekerjakan sebagai pelayan kafe remang-remang yang melayani tamu minum minuman beralkohol.

Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Herly Purnama mengungkapkan, korban diawalnya dirayu dengan pekerjaan bergaji Rp 500 ribu per pekan oleh salah satu pelaku, NR (17). Korban tergiur lalu mengiyakan.

Setelah berhasil merayu korbannya, NR menyampaikan kepada bosnya Amir Bin Ambo (34) untuk menjemput korban. NR pun mendapat imbalan Rp 250 ribu dari Amir setelah korban dibawa ke kafe remang-remang di Pangkep.

"NR yang berperan sebagai pencari karyawan mendapat upah Rp 250 ribu dari pelaku AB selaku pemilik kafe," ungkap Herly Purnama, Senin (11/2/2019).

Kedua korban dipekerjakan sebagai pelayan kafe remang-remang selama empat hari di Pangkep.

DN di kafe Ceria 01, dan NA di kafe Alexis Kecamatan Mandalle Kabupaten Pangkep. Selama bekerja, korban sempat meminta izin pulang, namun pelaku melarang.

Polisi akhirnya berhasil mengungkap kasus ini setelah orang tua salah satu korban (SC) melapor ke Mapolres Gowa, Jumat (8/2/2019) lalu. Ia melaporkan jika anak perempuannya telah dibawa lari dan dipekerjakan pada kafe di Kabupaten Pangkep.

Polisi melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap ketiga pelaku. Kedua korban juga berhasil diselamatkan setelah penyidik mendatangi kafe remang-remang tersebut di Pangkep.

"Penyidik Unit PPA mendatangi pelaku dan berhasil menangkap ABA dan MS di depan Bank Mega Sungguminasa. Sementara NR ditangkap di Nipa-nipa Antang," sambung Herly.

Ketiga pelaku dikenakan pasal 2 UU No 21 Tahun 2017 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang, serta pasal 83 Jo pasal 76f UU No 35 tahun 2014 tentang Perlindungan anak. Ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun penjara.

Dari tangan pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa empat buah telepon genggam yang dilakukan pelaku menghubungi korban.

Penulis: Ari Maryadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved