Tak Tahan Dikatai, Betulkah Sebab Pengeroyokan Bujang Sekolah di SMPN 2 Galesong?

Ia dikeroyok dan dipukul sapu ijuk oleh NRA (12), MI (12), AD (12) dan Muh Rasul Dg Sarrang (48) Sabtu, 9 Februari 2019.

Tak Tahan Dikatai, Betulkah Sebab Pengeroyokan Bujang Sekolah di SMPN 2 Galesong?
syahrul/tribuntimur.com
Muh Syahrul Padli, Halaman Sekolah SMPN 2 Galesong, tanggal 11 Februari 2019 pukul 11.42 wita. Tampak Faisal Dg Paulle (38) dengan perban di kepala. 

TribunTakalar.com, Galesong Selatan --Faisal Dg Paulle (38) mendapat enam jahitan di kepala.

Ia dikeroyok dan dipukul sapu ijuk oleh NRA (12), MI (12), AD (12) dan Muh Rasul Dg Sarrang (48) Sabtu, 9 Februari 2019.

Faisal Dg Paulle (38) bekerja sebagai tenaga honorer bagian kebersihan di SMPN 2 Galesong.

Begini kronologinya berdasarkan penuturan Faisal Dg Paulle (38) kepada TribunTakalar.com, Senin, 11 Februari 2019.

Baca: Nasib Siswa SMPN 2 Galesong Takalar yang Keroyok Guru Diputuskan Besok

Baca: Manajemen Trans Studio Theme Park Doakan Tribun Timur Tetap Eksis

"Pukul 15:11 Wita, saya menyuruh anak-anak bersihkan halaman sekolah. Tapi, mereka malah mengatai saya Paulle anjing, pegawai anjing 20 kali tanpa alasan," ujarnya.

"Saya lalu memberi peringatan dengan menepuk tangan salah satu dari mereka. Tapi, NRA (12) pulang memberitahu ayahnya, Muh Rasul Dg Sarrang (48)," lanjutnya.

"AD (12) bersama NRA (12), MI (12) dan Muh Rasul Dg Sarrang (48) kemudian mengeroyok hingga kepala saya bocor dan berdarah," tambahnya.

Sementara penuturan NRA (12) berbeda dengan apa yang disampaikan Faisal Dg Sarrang (48).

"Waktu jam 4 dua hari lalu saya dipukul di dahi tanpa sebab. Pintu kelas saya ditendang. Saya juga ditempeleng. Saya marah," ujarnya.

Baca: Tema ILC TVOne Selasa (12/2/2019): Potret Hukum Indonesia 2019 Benarkah Tajam Sebelah? Nonton Disini

MI (12) juga menuturkan perlakuan kasar dari Faisal Dg Paulle (38).

"Tangannya (Dg Paulle) mendarat di belakang kepala saya. Lalu ke pelipis. Saya juga ditendang bagian betis," ujarnya.

"Teman saya, AD (12) juga diperlakukan kasar. Tangan AD (12) dilipat ke belakang. Lalu kepala bagian belakang dipukul," tambahnya.

Kepala Sekolah SMPN 2 Galesong, H Hamzah Dg Lallo SPd (69) adalah salah satu saksi peristiwa tersebut.

"Sebenarnya saya tidak lihat pemukulan anak oleh Faisal Dg Paulle (38). Pas saya lihat-lihat ruangan, saya lihat Muh Rasul Dg Sarrang (48) sudah masuk ke area sekolah. Saya tidak melihat semua kejadian," papar kepala sekolah SMPN 2 Galesong yang baru menjabat Desember tahun lalu.

Laporan Wartawan TribunTakalar.com, @SyahrulPadli

Editor: Hasrul
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved