Rawat 24 Pasien DBD, Dirut RSUD Labuang Baji Minta Warga Lakukan ini    

Seperti diungkapkan Direktur RSUD Labuang Baji Makassar, dr Andi Mappatoba, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (11/2/2019) siang.

Rawat 24 Pasien DBD, Dirut RSUD Labuang Baji Minta Warga Lakukan ini     
Muslimin Emba/Tribun Timur
Direktur RSUD Labuang Baji Makassar, dr Andi Mappatoba, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (11/2/2019) siang. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Demam berdarah dengue atau DBD merupakan penyakit yang kerap dijumpai saat musim penghujan.

Penyakit yang disebabkan virus dengue yang terbawa oleh nyamuk itu bisa menyerang siapa saja.

Saat musim penghujan, genangan air kerap bermunculan dan menjadi sarang nyamuk berkembang biak.

Baca: FOTO: Manajemen Hotel Whiz Prime Juga Selamati Tribun Timur

Baca: Selama 2019, RSUD Lanto Dg Pasewang Jeneponto Tangani 6 Positif DBD

Baca: RSUD Syekh Yusuf Tangani 57 Pasien DBD Sejak Awal 2019

Baca: Warga Soppeng Kerja Bakti Serentak Cegah DBD

Seperti diungkapkan Direktur RSUD Labuang Baji Makassar, dr Andi Mappatoba, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (11/2/2019) siang.

Andi Mappatoba mengungkapkan, untuk awal Tahun ini, pihaknya merawat sedikitnya 32 pasien DBD.

"Untuk Januari ada 17 pasein dewasa dan enam anak-anak, jadi total ada 23 pasien. Dan khusus Februari ini ada satu pasien dewasa, dan Alhamdulillah semuanya sudah pulang (sembuh)," kata Andi Mappatoba.

Ke 23 pasien itu, menurut Andi Mappatoba didominasi dari rujukan sejumlah daerah (kabupaten) dan puskesmas di Makassar.

Masa kritis pasien DBD saat mengalami demam selama lima hari. Naiknya suhu tubuh membuat pasien mengalami kekurangan cairan.

"Lama perawatan itu hari. Kalau dianggap lima hari demamnya sudah turung. Berarti masa kritisnya sudah lewat, intinya jangan sampai masa kritisnya tidak tertangani dengan baik," ujarnya.

Andi Mappatoba, mengatakan, puncak musim penghujan terjadi mulai dari akhir hingga awal tahun. November, Desember, Januari, Februari hingga Maret.

Untuk itu, ia pun mengimbau agar warga dapat menjaga lingkungannya. Mulai dari membersihkan halaman pekarangan hingga dalam rumah.

"DBD itu kan disebabkan aides aegepti, jadi sangat terkait sanitasi lingkungan atau kebersihan lingkungan karena nyamuk itu bertelur melalui genangan air. Jadi tiga M, seperti menguras, mengubur atau menimbung dan menutup tempat penampungan air," imbuhnya.

Selain melakukan 3M, menurut Andi Mappatoba, aspek pencegahan, melalui foggin atau penyemprotan dan pembersihan kamar seperti tumpukan pakaian juga perlu dilakukan masyarakat.(*) @musliminembah61.

Baca: Langkah-langkah Daftar Online PPPK atau P3K di Link ssp3k.bkn.go.id, Bikin Akun, Ingat Password

Baca: Login ssp3k.bkn.go.id, Tata Cara dan Alur Pendaftaran PPPK/P3K 2019, Lokasi dan Bocoran Materi Tes

Baca: Warganet Heran Rocky Gerung Tiba-tiba Sindir Tuan Guru Bajang Ternyata Ini Awal RG-TGB Tak Cocok

Baca: Cantiknya Regita Anggia Sarjana IPK 4,0 dengan Skripsi #2019GantiPresiden, Dipromosikan Elite PKS

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :

Follow juga akun instagram tribun-timur.com:

Penulis: Muslimin Emba
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved